Tanggapan Borneo Muda soal Press Release Pertamina Hulu Indonesia, Sukri: Terkesan Dipaksakan
Potret pengeboran di lepas pantai/ Foto: Pertamina Hulu Indonesia
AVNMEDIA.ID - Borneo Muda merespon adanya press release dari PT. Pertamina Hulu Indonesia yang menyatakan komitmen untuk terus menerapkan praktik-praktik enginnering terbaik di-industry hulu migasnya agar tercapai proyek yang efektif, efisien dan selamat, serta OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule, on return).
Dalam press release yang dikirimkan ke Borneo Muda itu, disebut Muhammad Sukri, memunculkan pertanyaan baru.
"Kami menilai bahwa PT. Pertamina Hulu Mahakam seakan-akan mengatakan apabila proyek SNB AOI ini dikerjakan di Kaltim, maka hal-hal tersebut tidak bisa dipraktekan. Pertanyaan nya kemudian “apakah Kaltim adalah daerah setertinggal itu”. Padahal telah banyak proyek serupa bisa dilakukan di Kaltim dan selesai dengan baik," ucapnya yang merupakan anggota Borneo Muda itu dalam keterangannya kepada awak media.
Sukri juga mengomentari soal isi pernyataan dari Dony Indrawan selaku Manager Communication Relation & CID PT. Pertamina Hulu Indonesia.
Dalam pernyataannya itu disampaikan bahwa sesuai dengan kebutuhan proyek, perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan mitra kerja untuk menerapkan inovasi & teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan, keandalan dan keunggulan operasi.
Termasuk soal lokasi fabrikasi sesuai dengan spesifikasi, kompleksitas dan jangka waktu kerja yang ditentukan, serta tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.
"Pernyataan ini semakin mempertegas bahwa seakan-akan hal tersebut tidak bisa dilakukan di Kaltim. Padahal Kaltim sebagai daerah penghasil migas yang tiap hari di-eksploitasi oleh PT. Pertamina Hulu Mahakam.
Persoalan inovasi & teknologi bisa dibawa ke Kaltim, karena seperti proyek-proyek sebelumnya yang dikerjakan oleh PT. Meindo Elang Indah sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek SNB AOI, sering melakukan hal tersebut," ujarnya.
"Kemudian soal lokasi fabrikasi, apabila memang lokasi di PT. Meindo Elang Indah Yard Handil kurang luas, maka opsi system sewa yard bisa dilakukan. Sebagaimana hal tersebut telah dilakukan oleh kontraktor-kontraktor lain yang mengerjakan proyek Pertamina Hulu Mahakam," lanjutnya lagi.





