Lingkup Psikologi

Tak hanya Konsumsi Media, Kini Kita Hidup di Dalamnya! Kenali Fenomena “Badai Media”

Media Membentuk Emosi Kolektif

ILUSTRASI - Fenomena badai media membuat kita tak sekadar konsumsi informasi, tapi hidup di dalam arus media digital (Foto: Canva)

AVNMEDIA.ID - Perkembangan teknologi digital telah membawa manusia ke fase baru dalam berinteraksi dengan informasi.

Jika dulu media hanya dikonsumsi pada waktu tertentu, kini masyarakat hidup di dalam arus media yang mengalir tanpa henti.

Fenomena ini dikenal sebagai media blizzard atau “badai media”.

Berita, media sosial, algoritma, influencer, hingga konten viral membentuk cara orang memahami dunia, mulai dari identitas diri, rasa aman, relasi sosial, hingga cara menilai konflik dan perubahan sosial.

Apa Itu Fenomena “Badai Media”?

Badai media” menggambarkan kondisi ketika individu dikelilingi aliran informasi yang masif, cepat, dan terus-menerus.

Media streaming kini menjadi lingkungan hidup, bukan lagi sekadar aktivitas tambahan.

Peristiwa seperti protes, kerusuhan, bencana, hingga konflik global hadir di layar ponsel dan televisi secara real time.

Aliran informasi ini membentuk persepsi publik tentang apa yang dianggap penting, berbahaya, atau benar.

Media Membentuk Emosi Kolektif

Dalam situasi bermuatan emosi negatif, pemberitaan media kerap memperbesar rasa takut, cemas, dan marah.

Informasi yang disajikan berulang, termasuk misinformasi, dapat memicu bias kognitif dan polarisasi sosial.

Namun, media juga memiliki peran sebaliknya.

Dengan narasi yang berimbang dan empatik, media dapat membantu meredakan ketegangan serta mendorong pemahaman kolektif.

Psikologi Media dan Emosi yang Menular

Psikologi media mempelajari bagaimana manusia bereaksi terhadap lingkungan media yang dapat memperuncing atau meredakan suatu peristiwa.

Emosi dalam ruang digital bersifat menular.

Kemarahan bisa menjadi viral, begitu pula kepanikan dan ketakutan.

Cara sebuah peristiwa dibingkai sangat menentukan respons publik.

Pelaporan yang sensasional berpotensi memicu konflik, sementara informasi yang kontekstual dapat membangun empati.

Ancaman Manipulasi dan Gaslighting Digital

Tanpa kesadaran yang cukup, masyarakat rentan terhadap manipulasi dan gaslighting digital.

Teknik modern seperti pesan tertarget, konten berbasis perhatian, hingga deepfake berbasis kecerdasan buatan digunakan untuk memengaruhi persepsi dan perilaku.

Paparan media berlebihan juga berdampak pada kesehatan mental, mulai dari kelelahan emosional hingga kecemasan kronis.

Inilah sebabnya pemahaman tentang psikologi media menjadi semakin penting.

Mengapa Literasi Psikologi Media Penting?

Literasi psikologi media membantu masyarakat mengenali bias, memahami cara kerja persepsi, serta mengelola emosi di tengah derasnya arus informasi.

Pemahaman ini mencakup kesadaran terhadap persuasi, polarisasi, dan dinamika gerakan sosial.

Para ahli mendorong agar literasi media menjadi bagian dari pendidikan formal dan nonformal.

Perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan institusi publik perlu menanamkan kesadaran kritis terhadap pengaruh media.

Hidup di Ekosistem Media Global

Manusia kini hidup di dalam ekosistem media yang membentuk cara berpikir, merasa, berelasi, dan mengambil keputusan.

Pemahaman tentang dampak psikologis media kontemporer kini sama pentingnya dengan kemampuan literasi dasar.

Pengulangan informasi yang keliru dapat menciptakan ilusi kebenaran.

Sebaliknya, masyarakat yang memahami psikologi media cenderung lebih kritis dan sulit dimanipulasi.

Psikologi Media sebagai Keterampilan Bertahan Hidup

Di era “badai media”, psikologi media bukan sekadar disiplin akademik. Ia menjadi keterampilan bertahan hidup yang membantu individu menjaga keseimbangan emosional dan berpikir jernih.

Dengan mengenali cara media memengaruhi emosi dan persepsi, masyarakat dapat membangun ketahanan mental serta berpartisipasi lebih sehat dalam demokrasi digital.

Memahami psikologi media hari ini adalah langkah penting untuk hidup lebih sadar di tengah derasnya arus informasi.

(apr)

Related News
Recent News
image
Trending Olahan Matcha Favorit di Cafe Indonesia, dari Latte hingga Dessert Kekinian
by Nayara Faiza2026-01-26 19:22:45

Intip olahan matcha paling digemari di cafe Indonesia, dari minuman hingga dessert kreatif

image
Trending Meghan Trainor Lahirkan Anak Ketiga lewat Surrogacy, Ungkap Alasan Pakai Ibu Pengganti
by April2026-01-22 18:20:24

Anak ketiga Meghan Trainor lahir lewat ibu pengganti, ini alasan di balik keputusan surrogacy.