Tak hanya Konsumsi Media, Kini Kita Hidup di Dalamnya! Kenali Fenomena “Badai Media”
Media Membentuk Emosi Kolektif
ILUSTRASI - Fenomena badai media membuat kita tak sekadar konsumsi informasi, tapi hidup di dalam arus media digital (Foto: Canva)
Psikologi Media dan Emosi yang Menular
Psikologi media mempelajari bagaimana manusia bereaksi terhadap lingkungan media yang dapat memperuncing atau meredakan suatu peristiwa.
Emosi dalam ruang digital bersifat menular.
Kemarahan bisa menjadi viral, begitu pula kepanikan dan ketakutan.
Cara sebuah peristiwa dibingkai sangat menentukan respons publik.
Pelaporan yang sensasional berpotensi memicu konflik, sementara informasi yang kontekstual dapat membangun empati.
Ancaman Manipulasi dan Gaslighting Digital
Tanpa kesadaran yang cukup, masyarakat rentan terhadap manipulasi dan gaslighting digital.
Teknik modern seperti pesan tertarget, konten berbasis perhatian, hingga deepfake berbasis kecerdasan buatan digunakan untuk memengaruhi persepsi dan perilaku.
Paparan media berlebihan juga berdampak pada kesehatan mental, mulai dari kelelahan emosional hingga kecemasan kronis.
Inilah sebabnya pemahaman tentang psikologi media menjadi semakin penting.
Mengapa Literasi Psikologi Media Penting?
Literasi psikologi media membantu masyarakat mengenali bias, memahami cara kerja persepsi, serta mengelola emosi di tengah derasnya arus informasi.



