Spoiler The East Palace Episode 2: Gu-cheon dan Saeng-gang Ungkap Tragedi Gudang Garam, Ratu Janda Diserang Arwah
Rahasia Gudang Garam Terbongkar di Episode 2
DRAMA - Gu-cheon dan Saeng-gang membongkar misteri gudang garam di The East Palace episode 2/ Foto: Netflix
Penyelidikan Mengarah ke Tragedi Gudang Garam Puluhan Tahun Silam
Saeng-gang kemudian menceritakan bahwa sejak kecil dirinya mampu mendengar suara para arwah.
Salah satu kalimat yang terus ia dengar berasal dari gudang garam, yakni, "Kulit ular yang berganti membunuh anak naga."
Petunjuk itu membuat Gu-cheon mengajaknya kembali menyelidiki gudang garam.
Di lokasi tersebut, Gu-cheon menemukan gwi-mae langka bernama ggeomeoksali, roh kecil yang mampu berpindah tempat dan tidak terikat pada satu lokasi seperti gwi-mae lainnya.
Saat penyelidikan berlangsung, situasi politik kerajaan juga mulai memanas.
Ratu Janda menerima kunjungan Pangeran Iksang yang memberi isyarat mengenai kemungkinan hadirnya pewaris takhta baru.
Belakangan terungkap bahwa Pangeran Iksang ternyata bekerja sama dengan seorang dukun untuk mengarahkan roh jahat agar menyerang Pangeran Yeongan.
Sementara itu, para menteri kerajaan juga mulai mendesak Raja agar segera menetapkan putra mahkota yang baru.
Tidak lama berselang, sejumlah guci di gudang garam dihancurkan oleh seseorang.
Peristiwa itu memicu kemunculan arwah-arwah yang mulai meneror para penjaga istana pada malam hari.
Arwah Korban Menyerang Ratu Janda dan Mengungkap Kebenaran
Melalui kemampuan Saeng-gang mendengar suara dunia arwah, akhirnya terungkap tragedi yang selama ini disembunyikan keluarga kerajaan.
Puluhan tahun lalu, kepala dayang Ratu Janda menuduh sekelompok gadis muda menulis kalimat yang menyalahkan sang Ratu atas kematian putra mahkota.
Karena tidak ada yang mengaku, seluruh gadis itu dikurung di gudang garam hingga akhirnya tewas dalam kebakaran.
Setelah insiden tersebut, Ratu Janda memerintahkan agar jasad para korban dimasukkan ke dalam guci dan dikuburkan demi mencegah arwah mereka berkeliaran.





