Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 3: Pi-o dan Jeong-yo Kembali Jadi Partner
Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 3
DRAKOR - Four Hands, Two Sonatas Episode 3/Foto: Netflix
Konflik keduanya kemudian meledak di lapangan sekolah. Jeong-yo yang emosi menyerang Pi-o dan meninju wajahnya.
Pi-o pulang bersama Ji-hye dalam keadaan terluka.
Namun, bukannya mengkhawatirkan kondisi anaknya, Ji-hye justru marah karena wajah Pi-o rusak.
Tekanan yang selama ini dipendam akhirnya membuat Pi-o melawan ibunya.
Ia mengatakan bahwa selama hidupnya, Ji-hye hanya mau memujinya jika dirinya menjadi yang terbaik.
Pi-o Akhirnya Memilih Jeong-yo
Di tengah semua kekacauan itu, Pi-o menemukan Jeong-yo sedang dipukuli dua pria di jalan. Ia langsung turun tangan dan menyelamatkannya.
Keduanya kemudian berdamai.
Jeong-yo menceritakan persoalan utang ayahnya, lalu membawa Pi-o ke toko alat musik milik keluarganya.
Di sana, mereka memainkan karya Bach untuk piano empat tangan.
Jeong-yo juga mengungkap bahwa ibunya adalah orang yang pertama kali mengajarinya bermain piano.
Setelah sang ibu meninggal, Jeong-yo bahkan tidak sanggup menyentuh piano lagi.
Cerita tersebut membuat Pi-o memahami sisi lain partnernya.
Sekembalinya ke rumah, Pi-o menyadari bahwa dirinya merasa bahagia saat memainkan piano bersama Jeong-yo.
Ia akhirnya meminta Jeong-yo menjadi partner pianonya.
Namun, episode 3 ditutup dengan adegan flash-forward yang justru bikin penasaran.
Pi-o terlihat menyerang Jeong-yo di tengah hutan.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi hingga keduanya bisa berakhir dalam situasi tersebut? Jawabannya menjadi salah satu misteri terbesar menuju episode berikutnya. (sal)





