Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 3: Pi-o dan Jeong-yo Kembali Jadi Partner
Spoiler Four Hands, Two Sonatas Episode 3
DRAKOR - Four Hands, Two Sonatas Episode 3/Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Persahabatan Kang Pi-o dan Choi Jeong-yo semakin rumit dalam Four Hands, Two Sonatas episode 3.
Setelah sukses tampil bersama di Noblesse Concert, hubungan keduanya justru retak akibat tekanan keluarga, persaingan lama, dan kecemburuan.
Padahal, di balik semua konflik tersebut, Pi-o akhirnya menyadari satu hal penting.
Ia justru merasa paling bahagia ketika memainkan piano bersama Jeong-yo.
Pi-o dan Jeong-yo Tampil di Noblesse Concert
Episode 3 dimulai saat Pi-o dan Jeong-yo bertemu di rumah Do Hyun-soo setelah berlatih selama sebulan.
Hyun-soo terkesan dengan perkembangan keduanya dan meminta mereka menyiapkan diri untuk resital.
Namun Pi-o justru mengusulkan Noblesse Concert karena penampilan itu dianggap sangat penting baginya.
Mereka pun merekam video audisi dengan bantuan Jae-in.
Setelah beberapa hari menunggu, kabar baik akhirnya datang.
Pi-o dan Jeong-yo dinyatakan lolos.
Pada hari pertunjukan, Jeong-yo sempat mengalami serangan panik di belakang panggung.
Pi-o yang sedang tegang tidak menyadarinya.
Begitu naik panggung, Pi-o melihat Seung-woon berada di antara penonton dan semakin percaya diri.
Sebaliknya, Jeong-yo tiba-tiba teringat mendiang ibunya lalu meninggalkan panggung.
Pi-o berhasil menenangkannya.
Ia kemudian menutup mata Jeong-yo dan meminta partnernya mengikuti arahannya.
Keduanya akhirnya tampil luar biasa dan mendapat tepuk tangan meriah.
Jeong-yo Malah Jadi Pusat Perhatian
Penampilan duet tersebut ternyata membuat Jeong-yo semakin dikenal.
Bahkan, media sosial mulai dipenuhi pujian untuk pianis muda itu.
Situasi ini justru membuat Pi-o tidak nyaman. Ji-hye juga memperingatkan bahwa Pi-o sendiri bisa tersisih karena Jeong-yo mulai mencuri perhatian.
Benar saja, siswa-siswa sekolah mulai mengerumuni Jeong-yo.
Bahkan, ketika Jeong-yo menunjukkan komposisi duet baru yang dibuat khusus untuk mereka, Pi-o malah menolak memainkannya.
Pi-o meminta Jeong-yo mencari partner lain.
Ji-hye Ikut Memperkeruh Masalah
Ji-hye juga mengambil langkah sendiri.
Dia menghubungi Yeong-jeong dan mengancam akan mengeluarkan Pi-o dari agensinya jika Jeong-yo direkrut.
Tak sampai di situ, Ji-hye mendatangi Hyun-soo dan menuduhnya sengaja memasangkan Pi-o dengan Jeong-yo demi mempermalukan putranya.
Hyun-soo membantah tuduhan tersebut.
Menurutnya, Pi-o dan Jeong-yo sama-sama memiliki kemampuan luar biasa.
Ji-hye kemudian menggunakan pendekatan emosional untuk memengaruhi Hyun-soo dan meminta pria tersebut memastikan Pi-o memenangkan kompetisi internasional.
Seung-woon Justru Memilih Jeong-yo
Konflik semakin besar ketika Seung-woon bertemu Jeong-yo.
Setelah mendengar Jeong-yo memainkan karya Chopin dan menjawab pertanyaannya dengan tenang, Seung-woon tertarik dengan bakatnya. Ia bahkan menawarkan diri untuk melatih Jeong-yo memainkan sebuah konserto.
Jeong-yo menerima tawaran tersebut sebelum mengetahui bahwa Seung-woon adalah kakek Pi-o.
Saat mengetahui fakta itu, Jeong-yo mulai khawatir. Ia mencoba menghubungi Pi-o, tetapi tidak mendapat jawaban.
Ketika akhirnya bertemu, Pi-o malah mengatakan bahwa dirinya hanya memanfaatkan Jeong-yo untuk mendapatkan perhatian Hyun-soo.
Ucapan tersebut membuat Jeong-yo sangat terluka.
Persahabatan Mereka Berakhir dengan Tinju
Setelah pertengkaran itu, Jeong-yo mulai kehilangan semangat. Ia bahkan tertidur saat pelajaran berlangsung dan mendapat teguran dari guru.
Konflik keduanya kemudian meledak di lapangan sekolah. Jeong-yo yang emosi menyerang Pi-o dan meninju wajahnya.
Pi-o pulang bersama Ji-hye dalam keadaan terluka.
Namun, bukannya mengkhawatirkan kondisi anaknya, Ji-hye justru marah karena wajah Pi-o rusak.
Tekanan yang selama ini dipendam akhirnya membuat Pi-o melawan ibunya.
Ia mengatakan bahwa selama hidupnya, Ji-hye hanya mau memujinya jika dirinya menjadi yang terbaik.
Pi-o Akhirnya Memilih Jeong-yo
Di tengah semua kekacauan itu, Pi-o menemukan Jeong-yo sedang dipukuli dua pria di jalan. Ia langsung turun tangan dan menyelamatkannya.
Keduanya kemudian berdamai.
Jeong-yo menceritakan persoalan utang ayahnya, lalu membawa Pi-o ke toko alat musik milik keluarganya.
Di sana, mereka memainkan karya Bach untuk piano empat tangan.
Jeong-yo juga mengungkap bahwa ibunya adalah orang yang pertama kali mengajarinya bermain piano.
Setelah sang ibu meninggal, Jeong-yo bahkan tidak sanggup menyentuh piano lagi.
Cerita tersebut membuat Pi-o memahami sisi lain partnernya.
Sekembalinya ke rumah, Pi-o menyadari bahwa dirinya merasa bahagia saat memainkan piano bersama Jeong-yo.
Ia akhirnya meminta Jeong-yo menjadi partner pianonya.
Namun, episode 3 ditutup dengan adegan flash-forward yang justru bikin penasaran.
Pi-o terlihat menyerang Jeong-yo di tengah hutan.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi hingga keduanya bisa berakhir dalam situasi tersebut? Jawabannya menjadi salah satu misteri terbesar menuju episode berikutnya. (sal)





