Spoiler Episode 2 If Wishes Could Kill: Ada Teror Dimulai di Rumah Se-ah
Drama Korea If Wishes Could Kill kembali menghadirkan episode kedua dengan tensi yang jauh lebih gelap./ X @softstargaze
Sama seperti Hyeong-wook, timer kematian langsung muncul di ponselnya.
Rumah Se-ah Berubah Jadi Tempat Teror
Karena panik, Se-ah mengajak Geon-woo, Na-ri, dan Ha-joon berkumpul di rumahnya untuk mencari solusi.
Ha-joon mencoba menghapus aplikasi Gigiro dan membongkar sistemnya. Namun aplikasi itu terus terpasang kembali sendiri.
Saat waktu berjalan, Geon-woo mulai menunjukkan gejala aneh.
Ia mengatakan ada sesuatu di matanya, lalu menggosoknya dengan brutal. Ketika Se-ah mencoba menghentikan, Geon-woo malah memukulnya.
Tak lama kemudian, ia menunjuk ke sudut ruangan dan bertanya apakah yang lain juga melihat seseorang di sana.
Na-ri panik, tapi yang lain tak melihat apa pun.
Geon-woo Kerasukan dan Serang Semua Orang
Situasi berubah horor total ketika Geon-woo menusuk matanya sendiri menggunakan jari dari sudut yang tak masuk akal.
Ia lalu mimisan hebat dan terlihat seperti sedang dicekik sosok perempuan melayang di udara.
Ha-joon berusaha menahan tubuh Geon-woo, sementara Se-ah menelepon ambulans dan polisi.
Namun Geon-woo justru berbalik menyerang Ha-joon dan mencekiknya.
Dalam kondisi kerasukan, ia menyalahkan Ha-joon karena mengutak-atik aplikasi Gigiro dan mengancam akan membunuh semuanya.
Untuk menyelamatkan Ha-joon, Se-ah memukul kepala Geon-woo dengan laptop hingga jatuh bersimbah darah.
Adegan di rumah Se-ah ini jadi salah satu momen paling brutal sejauh ini.
Muncul Roh Kutukan Bernama Jugu
Di rumah sakit, Geon-woo dirawat kritis.
Sementara itu, Ha-joon mendapat penjelasan dari kakaknya Ha-young, seorang dukun.
Ia mengatakan mereka telah mengusik roh bernama Jugu, makhluk penyebar kutukan yang bisa mengambil banyak bentuk.
Kini Jugu muncul sebagai aplikasi smartphone.
Selama ia mendapat foto, video, atau media yang membawa pikiran seseorang, kutukan bisa menyebar ke korban berikutnya.





