Rekap Ending Bloody Flower, Bagaimana Akhir Korupsi Medis? Ternyata Ada Plot Twist
ENDING BLOODY FLOWER - Bloody Flower sebenarnya memiliki fondasi cerita kuat: eksperimen ilegal, korupsi medis, dan dilema moral tentang ambisi sains/ X @huminifier
AVNMEDIA.ID - Drama Korea Bloody Flower resmi menutup kisahnya di Episode 8 dengan konflik yang makin gelap, emosional, sekaligus menyisakan tanda tanya.
Jika sejak awal penonton diajak menyelami persidangan Woo-gyeom, maka di episode terakhir fokus beralih ke skandal eksperimen ilegal dan korupsi medis di Rumah Sakit Cheum.
Lalu, bagaimana akhir korupsi medis yang menjadi benang merah cerita?
Apakah Chae Jeong-su benar-benar tumbang?
Berikut rekap ending Bloody Flower versi lengkapnya.
Kilas Balik: Awal Mula Tragedi
Episode final dibuka dengan masa lalu Woo-gyeom.
Ia digambarkan sebagai mahasiswa cemerlang yang hendak mengikuti seleksi tesis bergengsi.
Namun nasib berubah saat ia tertabrak mobil dan koma.
Dalam kondisi tak berdaya itulah, eksperimen ilegal dimulai.
Chae Jeong-su—pewaris ambisi ayahnya—menyetujui uji coba medis terhadap Woo-gyeom demi menemukan obat untuk penyakit tak tersembuhkan.
Obsesi pada “penemuan besar” mengalahkan sisi kemanusiaannya.
Kematian Hye-ju dan Awal Perlawanan
Ibunda Woo-gyeom, Hye-ju, menaruh curiga pada Cheum Hospital.
Saat ia mulai menemukan bukti kematian pasien akibat eksperimen ilegal, nyawanya justru dihabisi dan jasadnya dibuang ke sungai.
Di titik inilah konflik berubah personal.
Woo-gyeom yang selamat dari eksperimen melanjutkan penyelidikan sang ibu.




