Puluhan Sekolah di Samarinda Diusulkan Direhabilitasi pada 2027, DPRD Dahulukan Perbaikan Ringan
DPRD - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie/ Foto: IST
AVNMEDIA.ID - Peningkatan kualitas infrastruktur sekolah menjadi salah satu fokus yang diusulkan dalam penyusunan program pendidikan Pemerintah Kota Samarinda untuk Tahun Anggaran 2027.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pembahasan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, terdapat usulan rehabilitasi ringan bagi sekitar 35 Sekolah Dasar (SD) serta 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ia menerangkan, pekerjaan yang diusulkan lebih banyak menyasar perbaikan pada bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan ringan, mulai dari plafon, ruang kelas, hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman sekaligus menjamin keselamatan warga sekolah.
“Saat ini yang diusulkan mayoritas rehabilitasi ringan. Untuk rehabilitasi berat hanya diprioritaskan bagi sekolah yang terdampak bencana,” katanya.
Novan menilai, kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan seluruh kebutuhan rehabilitasi sekolah dipenuhi secara bersamaan.
Oleh sebab itu, pemerintah harus menetapkan prioritas agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya bagi sekolah yang memiliki tingkat kebutuhan paling mendesak.
Untuk rehabilitasi berskala besar, lanjutnya, hanya akan diarahkan kepada satuan pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Sementara sekolah lain yang membutuhkan perbaikan berat masih harus menunggu penyesuaian dengan kemampuan fiskal daerah.
Di sisi lain, penanganan terhadap sekolah yang sebelumnya terdampak bencana, seperti SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5 Samarinda, disebut sudah memasuki tahap akhir.
Dengan perkembangan tersebut, kedua sekolah tersebut tidak lagi menjadi fokus utama dalam pembahasan rencana anggaran pendidikan tahun 2027.
Novan menegaskan, program rehabilitasi sekolah merupakan bagian dari upaya DPRD Samarinda untuk mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan.
Menurutnya, tersedianya ruang belajar yang layak menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.
“Kami ingin sekolah-sekolah memiliki fasilitas yang aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Karena itu usulan rehabilitasi tetap menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran mendatang,” jelasnya.
Ia pun berharap seluruh usulan tersebut dapat masuk dalam APBD 2027.
Dengan begitu, proses pembenahan sarana dan prasarana pendidikan di Samarinda bisa direalisasikan secara bertahap mengikuti kapasitas keuangan pemerintah daerah. (adv/naf)





