Populix Soroti Kesenjangan Upah: Beban Kerja Domestik Perempuan Setara 31 Hari Kerja per Tahun
TEMUAN POPULIX - Temuan Populix memperlihatkan bahwa pekerjaan domestik dan pengasuhan memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas/ HO to Avnmedia.id
Perempuan yang menjadi pencari nafkah utama keluarga justru mencatat skor beban pengasuhan tertinggi, yakni 51,9, lebih tinggi dibandingkan skor rata-rata seluruh responden sebesar 45,7.
Pada kelompok yang sama, skor beban keputusan dan mental mencapai 67,0.
Jika dibandingkan dengan laki-laki yang juga menjadi pencari nafkah utama, perempuan mencatat skor beban keputusan 17,3 poin lebih tinggi dan beban waktu 9,9 poin lebih tinggi.
Sebanyak 8,2 persen perempuan pencari nafkah utama bahkan masuk kategori beban pengasuhan tinggi. Ini merupakan proporsi terbesar dibandingkan kelompok lainnya.
35,2 Persen Rumah Tangga Hadapi Double Burden
Beban pengasuhan juga beririsan dengan tekanan ekonomi.
Populix menemukan 35,2 persen responden masuk dalam kelompok Double Burden, yakni rumah tangga yang mengalami tekanan ekonomi sekaligus menanggung beban pengasuhan kategori menengah hingga tinggi.
Kelompok ini menjadi segmen terbesar dalam survei, dengan 65,1 persen anggotanya merupakan perempuan.
Perempuan sekitar 1,5 kali lebih mungkin berada dalam kelompok Double Burden dibandingkan laki-laki, dengan proporsi masing-masing 41,8 persen dan 27,2 persen.
Di antara rumah tangga yang masuk kelompok tersebut, 46,6 persen mengaku sering atau sangat sering merasa kewalahan. Sementara itu, 54,3 persen tidak menggunakan layanan pengasuhan.
Menurut Anisa, temuan tersebut menunjukkan isu kesetaraan upah perlu dilihat bersama dengan akses perempuan untuk mempertahankan pekerjaan dan mengembangkan karier.
“Studi ini memang tidak mengukur penyebab kesenjangan upah secara langsung, namun memperlihatkan bahwa perempuan masih mencurahkan lebih banyak waktu untuk pekerjaan domestik dan bertanggung jawab dalam pengelolaan rumah tangga yang lebih besar. Bahkan ketika mereka menjadi tulang punggung keluarga sekalipun,” ujarnya.
Temuan Populix memperlihatkan bahwa pekerjaan domestik dan pengasuhan memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas. Ketika waktu, energi, dan tanggung jawab pengambilan keputusan lebih banyak berada di pihak perempuan, ruang yang tersedia untuk pekerjaan berbayar dan pengembangan karier ikut terpengaruh.
Dengan demikian, pembahasan kesetaraan upah tidak hanya berada di ruang kerja, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana pekerjaan domestik, pengasuhan, dan dukungan keluarga dihargai dalam struktur ekonomi. (jas)
- Populix Ungkap 44% Masyarakat Khawatir akan Transparansi Pengelolaan Dana TAPERA
- Survei Populix: 94 % Penumpang Puas Gunakan Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung
- Tak Cuma Gaji, Tiga Tunjangan Ini Wajib Ada untuk Menarik Pelamar Kerja
- Riset Populix: 46% Perusahaan Kesulitan Mencari Calon Karyawan, Ini Detail Ketimpangan yang Terjadi





