Populix Soroti Kesenjangan Upah: Beban Kerja Domestik Perempuan Setara 31 Hari Kerja per Tahun

TEMUAN POPULIX - Temuan Populix memperlihatkan bahwa pekerjaan domestik dan pengasuhan memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas/ HO to Avnmedia.id

Menariknya, sumber beban terbesar bukan berasal dari durasi waktu pengasuhan. Dimensi kekurangan dukungan pengasuhan mencatat skor tertinggi sebesar 57,5, diikuti beban keputusan dan mental sebesar 54,6.

Sementara itu, dimensi beban waktu memiliki skor 24,9.

Temuan tersebut menunjukkan persoalan pengasuhan di keluarga urban bukan semata-mata mengenai berapa banyak waktu yang digunakan, tetapi juga seberapa besar dukungan yang tersedia bagi keluarga.

Salah satu tantangannya adalah keterbatasan layanan pengasuhan anak dengan biaya dan kualitas yang sesuai kebutuhan keluarga.

Populix mencatat biaya pengasuh anak berkualitas di Jakarta saat ini dapat berada pada kisaran separuh hingga satu kali upah minimum provinsi. Kekhawatiran mengenai keamanan dan kualitas layanan juga meningkat seiring munculnya berbagai kasus kekerasan yang melibatkan oknum pengasuh.

“Kombinasi antara keterbatasan layanan, biaya yang tinggi, dan keraguan terhadap kualitas menempatkan banyak keluarga dalam pilihan yang sulit. Akibatnya sebagian perempuan harus mengurangi waktu kerja, menolak peluang karier, atau mempertimbangkan berhenti bekerja karena tidak menemukan dukungan pengasuhan yang sesuai,” jelas Anisa.

Beban Domestik Perempuan Mencakup Pekerjaan Mental

Pekerjaan domestik yang dibebankan kepada perempuan juga tidak sebatas aktivitas fisik seperti memasak, membersihkan rumah, atau mengurus anak.

Populix menemukan perbedaan cukup signifikan pada dimensi beban keputusan dan mental. Skor perempuan mencapai 59,7, sedangkan laki-laki 48,5.

Artinya, terdapat selisih 11,2 poin atau sekitar 23 persen.

Sebanyak 71,7 persen perempuan juga mengatur sedikitnya 60 persen keputusan pengeluaran harian rumah tangga.

Tanggung jawab tersebut mencakup berbagai pekerjaan yang kerap tidak terlihat, mulai dari memikirkan kebutuhan keluarga, mengatur jadwal anak, merencanakan belanja hingga memastikan pembayaran tagihan.

Beban tersebut kemudian berpengaruh pada tingkat kewalahan.

Sebanyak 34,9 persen perempuan mengaku sering atau sangat sering merasa kewalahan akibat tanggung jawab rumah tangga. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang mencapai 18,4 persen.

Hanya 3,6 persen perempuan yang menyatakan tidak pernah merasa kewalahan, sementara pada laki-laki angkanya mencapai 15,9 persen.

Pekerjaan domestik yang dilakukan perempuan tidak berhenti pada aktivitas fisik yang terlihat. Ada tanggung jawab untuk terus mengingat, merencanakan, dan mengambil keputusan bagi seluruh anggota keluarga. Beban ini tidak memiliki jam mulai dan selesai, tetapi dapat menguras energi serta ruang yang tersedia untuk pekerjaan berbayar,” kata Anisa.

Perempuan Pencari Nafkah Utama Hadapi Beban Pengasuhan Tertinggi

Temuan Populix juga menunjukkan status sebagai pencari nafkah utama tidak otomatis mengurangi beban domestik perempuan.

Related News
Recent News
image
Business bluInvest Emas Hadir, Anak Muda Bisa Mulai Investasi Emas Cuma Rp10 Ribu
by Adrian Jasman2026-09-19 17:17:49

bluInvest Emas hadir, investasi emas mulai Rp10 ribu lewat kolaborasi BCA Digital dan Pegadaian.

image
Business Amar Bank dan JAFF Bedah Tantangan Bankability Pekerja Film, dari Arus Kas hingga Aset IP
by Adrian Jasman2026-09-19 14:00:00

Amar Bank dan JAFF mengungkap tantangan bankability pekerja film, dari arus kas hingga IP.