Pasar dan Demokrasi Desa: Didik Agung Ajak Warga Manunggal Jaya Bicara Hak & Kewajiban Usaha

PENGUATAN DEMOKRASI DAERAH - Tema diskusi, “Hak dan Kewajiban Pasar dan Dunia Usaha”, langsung menyentuh kehidupan warga. Didik membuka dengan cerita sederhana tentang pasar: tempat orang dari berbagai latar bertemu, berinteraksi, dan mencari nafkah/ HO

Sutardi menekankan perlindungan bagi pedagang kecil agar tidak kalah dengan pelaku usaha besar.

Sholimin mengingatkan bahwa aturan hukum bukan untuk menakut-nakuti, tapi memastikan usaha berjalan berkelanjutan.

Dipandu moderator Hendra Suryana, beberapa warga angkat suara: menanyakan izin usaha, mengeluhkan persaingan tidak sehat, hingga berbagi pengalaman menghadapi perubahan pasar.

Demokrasi Dimulai dari Desa

PDD malam itu bukan sekadar agenda formal. Ia jadi ruang berbagi pengalaman dan mendengar keluhan warga.

Menutup diskusi, Didik Agung menegaskan: demokrasi daerah kuat jika dimulai dari bawah—dari desa, dari pasar, dari kehidupan sehari-hari warga.

“Kalau warga paham hak dan kewajibannya, demokrasi tidak perlu dipaksakan. Ia tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Lampu balai desa perlahan meredup. Warga pulang satu per satu. Diskusi memang usai, tapi obrolan soal pasar, usaha, dan keadilan tetap hangat dibawa pulang ke rumah masing-masing. (adv)

Related News
Recent News
image
Advertorial DPRD Samarinda Gelar HUT RI ke-81 Tanpa APBD, Libatkan Keluarga hingga Masyarakat
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-08-27 21:00:00

Perayaan HUT RI ke-81 DPRD Samarinda berlangsung meriah selama tiga hari tanpa dana APBD

image
Advertorial Samarinda Masih Kekurangan 500 Guru, DPRD Dorong Pengangkatan Berstatus ASN
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-08-21 20:12:00

DPRD Samarinda menyoroti kekurangan 500 guru dan mendorong pemenuhan tenaga pendidik