Palo Alto Networks Dorong Keamanan AI untuk Percepat Inovasi Bisnis di Indonesia
ILUSTRASI - Berdasarkan riset dari Unit 42, sekitar 25% insiden siber tercepat sepanjang 2025 mampu mencapai tahap eksfiltrasi data hanya dalam waktu lebih dari satu jam—jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata 4,8 jam pada tahun sebelumnya/ Pexels
Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa organisasi—termasuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)—dapat bersaing secara global tanpa mengorbankan aspek keamanan.
Komitmen Dukung Transformasi Digital Indonesia
Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA), Palo Alto Networks menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem digital nasional.
Perusahaan menghadirkan solusi keamanan yang memungkinkan pelaku usaha untuk mengadopsi AI secara aman dan berkelanjutan.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah organisasi akan mengadopsi AI, tetapi seberapa cepat mereka dapat mengamankannya untuk menjadi pemimpin pasar,” tutup Munshi. (jas)
- CloudMile Menang Besar di Google Cloud Next 2026, Bidik Pasar Indonesia
- Indonesia Steel Architectural Award 2026 Resmi Dibuka, BlueScope dan IAI Cari Karya Baja Terbaik Menuju Ajang ASEAN
- SiteMinder Perluas Distribusi Hotel ke Era AI, Buka Akses Pemesanan Lewat ChatGPT dan Platform Cerdas
- Indonesia Masuki Era Properti Post-Jakarta, 11 Kota Catat Kenaikan Harga Rumah pada Maret 2026





