Palo Alto Networks Dorong Keamanan AI untuk Percepat Inovasi Bisnis di Indonesia

ILUSTRASI - Berdasarkan riset dari Unit 42, sekitar 25% insiden siber tercepat sepanjang 2025 mampu mencapai tahap eksfiltrasi data hanya dalam waktu lebih dari satu jam—jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata 4,8 jam pada tahun sebelumnya/ Pexels

Di sisi lain, sistem keamanan yang terfragmentasi justru menjadi hambatan bagi organisasi dalam merespons ancaman secara efektif.

Fragmentasi Keamanan Jadi Hambatan Transformasi

Managing Director and Vice President ASEAN Palo Alto Networks, Haji Munshi, mengungkapkan bahwa rata-rata organisasi saat ini menggunakan hingga 83 alat keamanan dari 29 vendor berbeda.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak lagi relevan di tengah lanskap ancaman yang terus berkembang.

“Dengan permukaan serangan yang semakin luas, organisasi di Indonesia harus bergerak sekarang atau berisiko tertinggal dari penyerang yang sudah beroperasi dengan kecepatan mesin. Konsolidasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ujarnya.

Fragmentasi sistem keamanan tidak hanya meningkatkan kompleksitas, tetapi juga memperlambat respons terhadap ancaman serta menghambat akselerasi transformasi digital berbasis AI.

Infrastruktur Keamanan untuk Menandingi Kecepatan AI

Untuk menjawab tantangan tersebut, Palo Alto Networks mengandalkan kapabilitas analitik berskala besar yang mampu memproses sekitar 500 miliar event dan mencegah hingga 30 miliar serangan setiap hari.

Related News
Recent News
image
Business Jabra Serius Garap Pasar Enterprise, PanaCast Room Kit Hadir untuk Kantor Hybrid
by Adrian Jasman2026-04-22 14:00:00

Jabra Perluas Portofolio Enterprise dengan Sistem Video Multi-Camera Berbasis AI

image
Business PRISM Ekspansi ke Aceh, Makassar, dan Palangkaraya, Bidik Tren Hotel Premium di Kota Berkembang
by Adrian Jasman2026-04-22 11:08:59

Anak Usaha OYO Hadirkan Townhouse Oak dengan Model Company-Serviced