DPRD Samarinda

Novan Soroti Keseimbangan Fiskal: Jangan Sampai Utang Diwariskan

DPRD SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahroni Pasie/ Foto: HO

Karena itu, DPRD berencana kembali mendiskusikan persoalan tersebut bersama Pemerintah Kota Samarinda

Tujuannya untuk menemukan mekanisme yang mampu menjawab kebutuhan di lapangan tanpa melanggar aturan pengelolaan keuangan daerah.

Meski membuka peluang adanya skema tertentu, Novan menegaskan seluruh proses harus tetap mengedepankan prinsip akuntabel dan transparan. 

Baginya, keberhasilan penyelenggaraan Porprov tidak boleh dicapai dengan mengabaikan tata kelola anggaran yang baik.

Di sisi lain, DPRD juga belum menerima proposal resmi mengenai kebutuhan dana dari KONI Kota Samarinda

Kendati demikian, informasi yang diterima menyebutkan usulan anggaran untuk Porprov berada di kisaran Rp10 miliar lebih.

Besaran tersebut, kata Novan, belum dapat dipastikan terpenuhi karena kemampuan keuangan daerah masih terus berubah mengikuti perkembangan pendapatan dan belanja daerah. 

Oleh sebab itu, pembahasannya masih akan dilanjutkan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Ya kita bicara hari ini kan kondisi fiskal kita ini kan masih bergerak terus ya dan ini memang harus dibicarakan secara matang lagi dengan TAPD," sambungnya.

Menurut Novan, forum tersebut nantinya akan menentukan sejauh mana APBD Kota Samarinda sanggup membiayai kebutuhan Porprov tanpa mengorbankan program pembangunan lainnya yang juga membutuhkan dukungan anggaran.

Ia menambahkan, Badan Anggaran DPRD saat ini tidak hanya membahas alokasi dana untuk sektor olahraga. 

Related News
Recent News
image
Advertorial DPRD Samarinda Gelar HUT RI ke-81 Tanpa APBD, Libatkan Keluarga hingga Masyarakat
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-08-27 21:00:00

Perayaan HUT RI ke-81 DPRD Samarinda berlangsung meriah selama tiga hari tanpa dana APBD

image
Advertorial Samarinda Masih Kekurangan 500 Guru, DPRD Dorong Pengangkatan Berstatus ASN
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-08-21 20:12:00

DPRD Samarinda menyoroti kekurangan 500 guru dan mendorong pemenuhan tenaga pendidik