Krisjiana Baharudin Suami Siti Badriah Jalani Vasektomi, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Mental Laki-Laki

BERPELUKAN - Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah/ IG @krisjianabah

Sementara itu, masalah psikologis juga dapat muncul apabila seseorang mengalami komplikasi berupa nyeri kronis. Mayo Clinic menyebut nyeri berkepanjangan pada PVPS dapat menimbulkan tekanan emosional dan psikologis serta memengaruhi kualitas hidup.

Jadi, vasektomi sendiri bukan berarti menyebabkan gangguan mental. Aspek psikologis lebih berkaitan dengan kesiapan menerima keputusan permanen, kondisi hubungan, penyesalan, atau komplikasi yang mungkin muncul.

Vasektomi Tidak Langsung Membuat Steril

Ada satu hal penting yang juga perlu diketahui.

Vasektomi tidak langsung membuat seorang laki-laki steril setelah operasi.

Masih terdapat sperma yang tersisa di saluran reproduksi setelah prosedur. Karena itu, pasangan tetap harus menggunakan metode kontrasepsi lain sampai pemeriksaan air mani menunjukkan tidak ada sperma sesuai kriteria medis.

Mayo Clinic menyebut pemeriksaan sperma umumnya dilakukan sekitar tiga bulan setelah prosedur, meski waktunya dapat berbeda sesuai kondisi dan arahan tenaga medis.

Vasektomi juga tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS), sehingga kondom tetap diperlukan apabila terdapat risiko penularan IMS.

Keputusan Krisjiana dan Perdebatan soal Vasektomi

Dalam kasus Krisjiana Baharudin, keputusan menjalani vasektomi disebut diambil setelah ia dan Siti Badriah sepakat untuk tidak menambah anak.

Krisjiana mengaitkan keputusannya dengan pengalaman melihat perjuangan sang istri melalui kehamilan dan proses membesarkan anak. Dalam pernyataannya, ia juga menekankan bahwa perencanaan keluarga tidak seharusnya menjadi tanggung jawab satu pihak saja.

Keputusan tersebut kemudian membuka kembali pembicaraan mengenai kontrasepsi pria di ruang publik.

Secara medis, vasektomi merupakan metode kontrasepsi yang bekerja dengan menghentikan sperma mencapai air mani, sementara produksi testosteron, gairah seksual, ereksi dan orgasme pada umumnya tetap berlangsung. Namun, karena ditujukan sebagai kontrasepsi permanen, keputusan menjalani prosedur ini tetap perlu didasarkan pada konsultasi medis dan kepastian pasangan mengenai rencana memiliki anak di masa depan.

Sumber: Mayo Clinic 

(jas)

 

Related News
Recent News
image
Entertainment Daftar 15 Lagu EXO Paling Hits dan Susah Dilupakan, dari Growl hingga Love Shot, yang Mana Favoritmu?
by Intan Thania2026-09-09 15:00:00

15 lagu EXO paling hits dan ikonik dari Growl hingga Love Shot yang bikin nostalgia dan auto nyanyi.

image
Entertainment Kisah Nadia Mohamed, Wali Kota Muslim Perempuan yang Bikin Sejarah di Amerika Serikat
by Sandrina Elhandari2026-09-08 20:01:00

Dari Pengungsi hingga Wali Kota, Perjalanan Inspiratif Nadia Mohamed di Amerika