Krisjiana Baharudin Suami Siti Badriah Jalani Vasektomi, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Mental Laki-Laki
BERPELUKAN - Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah/ IG @krisjianabah
Testis tetap berfungsi memproduksi testosteron setelah vasektomi. Karena itu, prosedur ini tidak dimaksudkan untuk menurunkan hormon seksual laki-laki.
Mayo Clinic mencatat bahwa vasektomi tidak memengaruhi kadar testosteron maupun gairah seksual.
Artinya, anggapan bahwa vasektomi membuat laki-laki kehilangan “kejantanan” karena hormon testosteron turun tidak sesuai dengan mekanisme medis prosedur tersebut.
Bagaimana dengan Air Mani?
Laki-laki yang menjalani vasektomi tetap mengalami ejakulasi.
Vasektomi hanya menghentikan sperma mencapai cairan semen. Sebagian besar volume air mani sendiri berasal dari cairan yang diproduksi kelenjar prostat dan vesikula seminalis.
Karena itu, perubahan volume ejakulasi biasanya sangat kecil dan sulit disadari.
Dampak Fisik Setelah Vasektomi
Meski tergolong prosedur dengan risiko rendah, vasektomi tetap merupakan tindakan medis.
Setelah operasi, laki-laki dapat mengalami rasa nyeri ringan, bengkak atau memar pada area skrotum. Pada sebagian kasus juga dapat terjadi perdarahan atau infeksi.
Mayo Clinic menyebut nyeri setelah vasektomi umumnya ringan dan membaik dalam beberapa hari.
Namun, ada kondisi yang perlu diperhatikan, yakni post-vasectomy pain syndrome (PVPS).
Kondisi ini berupa nyeri pada salah satu atau kedua testis yang tetap berlangsung setidaknya tiga bulan setelah prosedur. Mayo Clinic menyebut kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dalam kasus tertentu memengaruhi kehidupan seksual maupun kualitas hidup.
Bagaimana Dampaknya terhadap Mental?
Dampak psikologis vasektomi tidak selalu sama pada setiap laki-laki.
Bagi seseorang yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi, keputusan tersebut dapat memberikan rasa lega karena persoalan kontrasepsi menjadi lebih permanen.
Namun, vasektomi juga merupakan keputusan yang perlu dipikirkan matang karena memang dirancang sebagai kontrasepsi jangka panjang atau permanen.
Mayo Clinic mencatat sebagian laki-laki pada akhirnya memilih menjalani prosedur pembalikan vasektomi.
Kemungkinan penyesalan lebih banyak menjadi perhatian pada kelompok tertentu, termasuk laki-laki yang menjalani vasektomi pada usia lebih muda atau belum memiliki anak.





