Krisjiana Baharudin Suami Siti Badriah Jalani Vasektomi, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Mental Laki-Laki
BERPELUKAN - Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah/ IG @krisjianabah
AVNMEDIA.ID - Krisjiana Baharudin, suami Siti Badriah, baru saja menjalani vasektomi setelah keduanya sepakat untuk tidak menambah momongan.
Keputusan tersebut diungkap Krisjiana melalui media sosial pada Kamis, 17 September 2026.
Krisjiana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat perjuangan Siti Badriah selama dua kali menjalani kehamilan hingga mengasuh anak. Ia menyebut vasektomi sebagai bentuk tanggung jawab dalam perencanaan keluarga.
Keputusan Krisjiana kemudian membuat vasektomi kembali menjadi perhatian publik.
Bagi sebagian laki-laki, prosedur ini masih sering dikaitkan dengan berbagai kekhawatiran, mulai dari perubahan hormon, gairah seksual, kemampuan ereksi hingga kondisi mental.
Lantas, apa sebenarnya dampak vasektomi bagi kesehatan dan mental laki-laki?
Apa Itu Vasektomi?
Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen untuk laki-laki. Dalam prosedur ini, dokter memotong atau menutup vas deferens, yaitu saluran yang membawa sperma dari testis menuju cairan semen.
Setelah vasektomi, testis tetap memproduksi sperma dan testosteron. Namun, sperma tidak lagi masuk ke dalam air mani dan pada akhirnya diserap kembali oleh tubuh.
Karena itu, vasektomi berbeda dengan tindakan yang menghentikan produksi hormon laki-laki.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa vasektomi tidak memengaruhi kadar testosteron, gairah seksual, kemampuan ereksi maupun kemampuan orgasme.
Apakah Vasektomi Membuat Laki-Laki Impoten?
Salah satu kekhawatiran yang paling sering muncul adalah anggapan bahwa vasektomi dapat menyebabkan impotensi.
Secara medis, vasektomi tidak menyebabkan hilangnya kemampuan ereksi. Prosedur tersebut bekerja pada saluran sperma, bukan pada mekanisme hormon atau aliran darah yang diperlukan untuk ereksi.
Mayo Clinic juga menyebut vasektomi tidak memengaruhi gairah seksual, ereksi, orgasme maupun maskulinitas.
Dengan demikian, laki-laki yang menjalani vasektomi tetap dapat berhubungan seksual dan mengalami ejakulasi.
Yang berubah adalah kandungan sperma dalam cairan semen.
Apakah Testosteron Ikut Turun?
Jawabannya, tidak secara langsung.
Testis tetap berfungsi memproduksi testosteron setelah vasektomi. Karena itu, prosedur ini tidak dimaksudkan untuk menurunkan hormon seksual laki-laki.
Mayo Clinic mencatat bahwa vasektomi tidak memengaruhi kadar testosteron maupun gairah seksual.
Artinya, anggapan bahwa vasektomi membuat laki-laki kehilangan “kejantanan” karena hormon testosteron turun tidak sesuai dengan mekanisme medis prosedur tersebut.
Bagaimana dengan Air Mani?
Laki-laki yang menjalani vasektomi tetap mengalami ejakulasi.
Vasektomi hanya menghentikan sperma mencapai cairan semen. Sebagian besar volume air mani sendiri berasal dari cairan yang diproduksi kelenjar prostat dan vesikula seminalis.
Karena itu, perubahan volume ejakulasi biasanya sangat kecil dan sulit disadari.
Dampak Fisik Setelah Vasektomi
Meski tergolong prosedur dengan risiko rendah, vasektomi tetap merupakan tindakan medis.
Setelah operasi, laki-laki dapat mengalami rasa nyeri ringan, bengkak atau memar pada area skrotum. Pada sebagian kasus juga dapat terjadi perdarahan atau infeksi.
Mayo Clinic menyebut nyeri setelah vasektomi umumnya ringan dan membaik dalam beberapa hari.
Namun, ada kondisi yang perlu diperhatikan, yakni post-vasectomy pain syndrome (PVPS).
Kondisi ini berupa nyeri pada salah satu atau kedua testis yang tetap berlangsung setidaknya tiga bulan setelah prosedur. Mayo Clinic menyebut kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dalam kasus tertentu memengaruhi kehidupan seksual maupun kualitas hidup.
Bagaimana Dampaknya terhadap Mental?
Dampak psikologis vasektomi tidak selalu sama pada setiap laki-laki.
Bagi seseorang yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi, keputusan tersebut dapat memberikan rasa lega karena persoalan kontrasepsi menjadi lebih permanen.
Namun, vasektomi juga merupakan keputusan yang perlu dipikirkan matang karena memang dirancang sebagai kontrasepsi jangka panjang atau permanen.
Mayo Clinic mencatat sebagian laki-laki pada akhirnya memilih menjalani prosedur pembalikan vasektomi.
Kemungkinan penyesalan lebih banyak menjadi perhatian pada kelompok tertentu, termasuk laki-laki yang menjalani vasektomi pada usia lebih muda atau belum memiliki anak.
Sementara itu, masalah psikologis juga dapat muncul apabila seseorang mengalami komplikasi berupa nyeri kronis. Mayo Clinic menyebut nyeri berkepanjangan pada PVPS dapat menimbulkan tekanan emosional dan psikologis serta memengaruhi kualitas hidup.
Jadi, vasektomi sendiri bukan berarti menyebabkan gangguan mental. Aspek psikologis lebih berkaitan dengan kesiapan menerima keputusan permanen, kondisi hubungan, penyesalan, atau komplikasi yang mungkin muncul.
Vasektomi Tidak Langsung Membuat Steril
Ada satu hal penting yang juga perlu diketahui.
Vasektomi tidak langsung membuat seorang laki-laki steril setelah operasi.
Masih terdapat sperma yang tersisa di saluran reproduksi setelah prosedur. Karena itu, pasangan tetap harus menggunakan metode kontrasepsi lain sampai pemeriksaan air mani menunjukkan tidak ada sperma sesuai kriteria medis.
Mayo Clinic menyebut pemeriksaan sperma umumnya dilakukan sekitar tiga bulan setelah prosedur, meski waktunya dapat berbeda sesuai kondisi dan arahan tenaga medis.
Vasektomi juga tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS), sehingga kondom tetap diperlukan apabila terdapat risiko penularan IMS.
Keputusan Krisjiana dan Perdebatan soal Vasektomi
Dalam kasus Krisjiana Baharudin, keputusan menjalani vasektomi disebut diambil setelah ia dan Siti Badriah sepakat untuk tidak menambah anak.
Krisjiana mengaitkan keputusannya dengan pengalaman melihat perjuangan sang istri melalui kehamilan dan proses membesarkan anak. Dalam pernyataannya, ia juga menekankan bahwa perencanaan keluarga tidak seharusnya menjadi tanggung jawab satu pihak saja.
Keputusan tersebut kemudian membuka kembali pembicaraan mengenai kontrasepsi pria di ruang publik.
Secara medis, vasektomi merupakan metode kontrasepsi yang bekerja dengan menghentikan sperma mencapai air mani, sementara produksi testosteron, gairah seksual, ereksi dan orgasme pada umumnya tetap berlangsung. Namun, karena ditujukan sebagai kontrasepsi permanen, keputusan menjalani prosedur ini tetap perlu didasarkan pada konsultasi medis dan kepastian pasangan mengenai rencana memiliki anak di masa depan.
Sumber: Mayo Clinic
(jas)
- Selain Andre Taulany, Ini Deretan Artis Pria Duda yang Menikahi Perempuan Lajang. Ada yang Punya 4 Anak
- Gak Cuma Amanda Rigby, Ini 8 Artis Wanita Indonesia yang Punya Nama “Amanda”! Ada Miss Indonesia 2011
- Ini 7 Sinden OVJ dari Era Andre-Sule hingga Generasi Baru, Ada Siapa Saja?
- Konten Mindfulness Maudy Ayunda Tuai Kritik, Ini Alasan Warganet Marah





