Kenapa Kita Sering Tersiksa oleh Kata “Harus”? Psikolog Ungkap Cara Mengatasinya
Cara Atasi Pikiran Irasional Menurut Psikologi
ILUSTRASI - Pikiran “harus” sering memicu stres yang mengganggu kesehatan mental. Psikolog menjelaskan dampaknya dan cara mengatasinya (Foto: Canva)
Kita Bukan Pikiran Negatif Kita
Ellis juga menegaskan bahwa manusia bukanlah kumpulan dari pikiran negatifnya. Keyakinan bahwa hidup selalu buruk dapat membentuk identitas diri yang pesimistis.
Dalam kondisi ini, seseorang kerap berharap orang lain, seperti pasangan, pekerjaan, atau lingkungan, akan menyelamatkannya dari penderitaan batin.
Padahal, menurut Ellis, tidak ada orang lain yang bisa menyelesaikan konflik di dalam pikiran seseorang selain dirinya sendiri.
Cara Mengatasi Pikiran Irasional Menurut Psikologi
Beberapa langkah yang disarankan untuk melawan pola pikir irasional antara lain:
- Menghindari pemikiran absolut seperti harus dan seharusnya.
- Menantang pikiran yang tidak logis dengan pertanyaan rasional.
- Membingkai ulang situasi secara lebih positif dan realistis.
- Mengganti tuntutan kaku dengan sikap menerima.
- Menggunakan humor untuk meredakan ketegangan mental.
- Menyadari bahwa banyak hal dalam hidup berada di luar kendali.
- Penerimaan tidak selalu berarti keadaan akan menyenangkan, tetapi dapat membantu mengurangi tekanan batin yang berlebihan.
Ketika Penerimaan Menjadi Kekuatan
Psikologi modern menilai bahwa kemampuan menerima ketidakpastian adalah salah satu kunci kesehatan mental.
Dengan mengurangi tuntutan internal yang kaku, seseorang dapat menghadapi hidup dengan lebih tenang dan fleksibel.
Alih-alih terus bertanya mengapa harus begini, pendekatan menerima keadaan apa adanya justru membuka ruang untuk berpikir jernih, mencari solusi, dan melangkah ke depan.
(apr)



