Jelang Porprov Kaltim 2026, DPRD Samarinda Dorong Kepastian Dana untuk Kontingen
DPRD SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie/ Foto: Arusbawah
AVNMEDIA.ID - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, kesiapan kontingen Samarinda masih menghadapi sejumlah persoalan yang perlu segera dituntaskan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai pemerintah daerah harus segera memberikan kepastian agar proses persiapan atlet dan pelatih dapat berlangsung tanpa hambatan.
Pelaksanaan Porprov VIII Kaltim sendiri dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14-27 November 2026.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Novan menilai persoalan anggaran tidak seharusnya dibiarkan berlarut karena dapat memengaruhi persiapan kontingen.
Saat ini, KONI Samarinda masih menunggu dukungan anggaran Porprov yang direncanakan masuk melalui APBD Perubahan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena program pembinaan, termasuk persiapan dan pemusatan latihan, membutuhkan kepastian pembiayaan.
Novan menyebut penyelesaian persoalan anggaran menjadi salah satu langkah yang perlu diprioritaskan Pemkot Samarinda agar agenda persiapan kontingen tetap berjalan sesuai rencana.
"Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pemusatan latihan apabila tidak segera dicarikan solusi," ucapnya.
Di sisi lain, persoalan teknis penyelenggaraan juga belum sepenuhnya mendapatkan kepastian.
Salah satunya berkaitan dengan lokasi pertandingan serta daftar cabang olahraga yang nantinya resmi dipertandingkan dalam Porprov VIII Kaltim.
Belum diketahui secara pasti apakah seluruh pertandingan akan berlangsung di Kabupaten Paser atau terdapat sejumlah cabang olahraga yang ditempatkan di daerah lain.
Situasi ini dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan teknis kontingen Samarinda.
"Kepastian ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap persiapan kontingen, termasuk mobilisasi atlet, pelatih, dan official," terangnya.
Dalam rapat tersebut, pembahasan mengenai cabang olahraga yang akan masuk dalam agenda pertandingan juga menjadi salah satu poin penting.
KONI Kaltim dijadwalkan menentukan cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov mendatang.
'Dari 64 cabang olahraga yang telah mengikuti babak kualifikasi, belum ada kepastian apakah seluruhnya akan masuk dalam daftar pertandingan resmi Porprov," jelasnya.
Menurut Novan, kejelasan daftar pertandingan diperlukan agar masing-masing daerah dapat menentukan langkah pembinaan secara lebih terukur.
Dengan adanya kepastian tersebut, kebutuhan sumber daya juga bisa disesuaikan dengan cabang olahraga yang benar-benar akan dipertandingkan.
Ia menilai seluruh persoalan yang berkaitan dengan persiapan kontingen Samarinda harus segera menemukan jalan keluar.
Jangan sampai persoalan administratif dan teknis justru mengurangi kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi.
Karena itu, Novan mendorong Pemkot Samarinda, KONI, serta pihak-pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian masalah pembiayaan sekaligus memastikan teknis pelaksanaan Porprov VIII Kaltim 2026.
Kepastian tersebut diharapkan membuat atlet dan pelatih dapat menjalankan agenda latihan dengan lebih optimal tanpa terbebani persoalan di luar arena pertandingan.
"Dukungan yang tepat waktu akan menjadi modal penting bagi kontingen Samarinda untuk tampil maksimal dan bersaing meraih prestasi pada Porprov VIII Kaltim 2026," pungkasnya. (adv/naf)





