Jadi Tameng Orientasi Seksual dan Sembunyikan Cinta dalam Tekanan Sosial, Apa Dampak Lavender Marriage?

Kolase Foto Ilustrasi Pernikahan (Foto: AVNMEDIA.ID)

Individu dalam lavender marriage sering merasa terjebak antara dua dunia yang tidak sepenuhnya mereka miliki.

Ketidakmampuan untuk menunjukkan jati diri yang sesungguhnya mengarah pada rasa isolasi yang mendalam, baik dalam komunitas heteroseksual maupun LGBTQ+, yang memperburuk perasaan kesepian dan kesalahpahaman.

Lavender marriage juga membawa dampak pada ranah hukum yang tidak bisa dianggap sepele.

Perceraian, yang sering kali terjadi akibat ketidakpuasan dalam pernikahan, dapat menambah kompleksitas, dengan konflik terkait pembagian aset, tunjangan, dan hak asuh anak.

Selain itu, pasangan yang terlibat juga harus menghadapi tantangan besar dalam menjaga privasi mereka agar terhindar dari penilaian masyarakat.

Ketika lavender marriage terbongkar, ini bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap individu, baik dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Perubahan pandangan ini dapat merusak hubungan pribadi maupun karier, yang efeknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga dekat, tetapi juga dapat memengaruhi lingkungan sosial dan dunia kerja mereka.

Lavender marriage mencerminkan cara individu beradaptasi dengan tekanan sosial dan norma yang ada.

Meskipun lavender marriage sering kali dipilih sebagai cara untuk menanggulangi tekanan sosial dan norma yang mengekang, dampaknya bisa sangat berat bagi individu yang terlibat.

Tekanan emosional, tantangan dalam hubungan, serta dampak sosial dan hukum yang timbul menciptakan beban yang tak mudah untuk dijalani. (shi)

Related News
Recent News
image
Sex and Relationship Overthinking Jadi Faktor Failure to Launch pada Anak Dewasa? Kenali Fenomena Kesulitan Mandiri
by April2026-01-31 13:04:04

Overthinking jadi penyebab baru failure to launch, membuat anak dewasa takut melangkah jadi mandek.

image
Sex and Relationship Sering Lupa? Ini Bedanya Kelupaan Wajar dan Tanda Penurunan Kognitif
by April2026-01-30 18:12:08

Lupa sesekali itu wajar, tapi kapan kelupaan jadi tanda penurunan kognitif? Ini penjelasannya.