Indonesia Masuki Era Properti Post-Jakarta, 11 Kota Catat Kenaikan Harga Rumah pada Maret 2026
ILUSTRASI - Foto: Pexels
Meski demikian, ada sinyal perbaikan karena harga rumah di Jakarta naik 1,1 persen secara bulanan pada Maret 2026.
Kondisi ini dinilai sebagai fase bottoming out atau mulai menemukan titik dasar sebelum kembali menguat.
Pasar Bergerak ke Seller’s Market
Laporan tersebut juga mencatat volume suplai rumah sekunder turun 8,1 persen secara tahunan.
Penurunan stok terjadi saat permintaan dan pencarian properti masih aktif.
Kondisi ini membuat pasar mulai bergeser dari buyer’s market menuju seller’s market, yakni fase ketika penjual memiliki posisi tawar lebih kuat.
Dengan insentif PPN DTP yang masih berlaku hingga akhir tahun serta kondisi makroekonomi yang stabil, pasar properti sekunder diproyeksikan memasuki fase akselerasi pada kuartal kedua 2026.
Prospek Properti 2026 Semakin Menarik
Suku bunga BI yang stabil di level 4,75 persen dan inflasi yang turun ke 3,48 persen turut meningkatkan kepercayaan pembeli.
Artinya, tahun 2026 bisa menjadi momentum baru bagi investor maupun masyarakat yang ingin membeli rumah, terutama di kota-kota berkembang di luar Jakarta. (jas)
- Survei Bakolan: 67% UMKM Marketplace Siap Agresif Hadapi Ramadan 2026, Diskon Jadi Senjata Utama
- 123 Property Recap: The Youth Move Ungkap Cara Generasi Muda Indonesia Memilih Hunian Sepanjang 2025
- Report Rumah123 Januari 2026: Harga Rumah Sekunder Naik 0,2%, Suplai Justru Menyusut
- Strategi Cerdas Pasutri Baru Mengatur Keuangan dan Memilih KPR yang Tepat





