Indonesia Masuki Era Properti Post-Jakarta, 11 Kota Catat Kenaikan Harga Rumah pada Maret 2026

ILUSTRASI - Foto: Pexels

AVNMEDIA.IDPasar properti sekunder Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan kuat pada kuartal pertama 2026.

Menariknya, pertumbuhan kali ini tidak lagi terpusat di Jakarta, melainkan mulai menyebar ke berbagai kota besar lain di Tanah Air.

Berdasarkan Flash Report April 2026 dari Rumah123, indeks harga rumah sekunder nasional naik 1,6 persen secara bulanan (month on month/MoM) pada Maret 2026.

Angka ini berbalik arah setelah sebelumnya mengalami kontraksi 1,2 persen pada Februari.

Namun sorotan utama bukan hanya soal kenaikan harga nasional.

Untuk pertama kalinya dalam 12 bulan terakhir, sebanyak 11 dari 13 kota besar di Indonesia mencatat pertumbuhan harga tahunan positif.

Era Properti Post-Jakarta Mulai Terlihat

Fenomena ini disebut sebagai awal desentralisasi pasar properti nasional.

Jika sebelumnya Jakarta menjadi pusat utama pergerakan harga rumah, kini kota-kota lain mulai mengambil peran lebih besar.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menyebut lonjakan jumlah kota dengan pertumbuhan harga positif menunjukkan perubahan struktural.

Menurutnya, momentum pemulihan kini tidak lagi sporadis atau terpusat di satu wilayah saja.

Kota-kota dengan fundamental ekonomi kuat serta dukungan infrastruktur menjadi motor baru pasar properti Indonesia.

Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar Jadi Pemimpin

Pada Maret 2026, tiga kota di luar Jakarta menjadi pemimpin pertumbuhan harga rumah sekunder secara tahunan:

1. Yogyakarta

Naik 6,5 persen MoM
Naik 5,0 persen YoY

Didukung konektivitas Tol Solo-Jogja dan keterbatasan lahan pusat kota

2. Denpasar

Naik 4,9 persen MoM
Naik 4,5 persen YoY

Terdorong ekspansi pembeli melalui skema Second-Home Visa

3. Makassar

Naik 4,9 persen MoM
Naik 4,4 persen YoY

Ditopang status sebagai hub ekonomi Indonesia Timur

Selain itu, kota penyangga Jabodetabek seperti Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok juga mencatat pertumbuhan positif.

Jakarta dan Surabaya Masih Tertekan

Di tengah tren nasional yang membaik, Jakarta dan Surabaya justru masih mengalami kontraksi harga tahunan.

Jakarta turun 0,5 persen YoY
Surabaya turun 0,9 persen YoY

Secara khusus, Jakarta tercatat mengalami deflasi harga tahunan selama 12 bulan berturut-turut.

Meski demikian, ada sinyal perbaikan karena harga rumah di Jakarta naik 1,1 persen secara bulanan pada Maret 2026.

Kondisi ini dinilai sebagai fase bottoming out atau mulai menemukan titik dasar sebelum kembali menguat.

Pasar Bergerak ke Seller’s Market

Laporan tersebut juga mencatat volume suplai rumah sekunder turun 8,1 persen secara tahunan.

Penurunan stok terjadi saat permintaan dan pencarian properti masih aktif.

Kondisi ini membuat pasar mulai bergeser dari buyer’s market menuju seller’s market, yakni fase ketika penjual memiliki posisi tawar lebih kuat.

Dengan insentif PPN DTP yang masih berlaku hingga akhir tahun serta kondisi makroekonomi yang stabil, pasar properti sekunder diproyeksikan memasuki fase akselerasi pada kuartal kedua 2026.

Prospek Properti 2026 Semakin Menarik

Suku bunga BI yang stabil di level 4,75 persen dan inflasi yang turun ke 3,48 persen turut meningkatkan kepercayaan pembeli.

Artinya, tahun 2026 bisa menjadi momentum baru bagi investor maupun masyarakat yang ingin membeli rumah, terutama di kota-kota berkembang di luar Jakarta. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Indonesia Pangkas Produksi Nikel, Dunia Panik: Dampak Besar ke EV, Pertahanan hingga Ekonomi Global
by Adrian Jasman2026-04-17 13:00:00

Indonesia pangkas nikel, dampak global ke EV, pertahanan, dan industri dunia makin besar.

image
Business NBA Rising Stars Invitational 2026 Kembali Digelar di Singapura, Jeremy Lin hingga Lauren Jackson Turun Langsung
by Adrian Jasman2026-04-17 10:45:17

NBA Rising Stars 2026 di Singapura, turnamen basket pelajar Asia-Pasifik U-18.