Report Rumah123 Januari 2026: Harga Rumah Sekunder Naik 0,2%, Suplai Justru Menyusut
Ilustrasi rumah/ Unsplash
AVNMEDIA.ID - Pasar properti residensial Indonesia menutup akhir 2025 dengan sinyal yang cukup menarik.
Harga rumah sekunder tercatat naik 0,2% secara bulanan (month-on-month/MoM) pada Desember 2025, sementara volume suplai justru turun 1,0%.
Data ini tercermin dalam Report Rumah123 untuk periode Januari 2026.
Secara tahunan, harga rumah di Indonesia juga menunjukkan tren positif meski terbatas, dengan kenaikan 0,7% dibanding Desember 2024.
Pergerakan ini mengindikasikan pasar yang masih tumbuh hati-hati di tengah dinamika makroekonomi dan penyesuaian suku bunga.
Mayoritas Kota Catat Kenaikan Harga Bulanan
Berdasarkan laporan tersebut, 8 dari 13 kota dalam indeks mencatatkan kenaikan harga rumah secara MoM.
Tiga kota dengan kenaikan tertinggi secara bulanan adalah:
- Surakarta: naik 3,8%
- Makassar: naik 1,7%
- Yogyakarta: naik 1,3%
Sementara secara tahunan, 9 dari 13 kota mengalami kenaikan harga.
Kota dengan pertumbuhan harga tahunan tercepat tercatat di:
- Denpasar: naik 2,5% YoY
- Bekasi: naik 2,4% YoY
- Makassar: naik 2,2% YoY
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar rumah sekunder di beberapa kota regional mulai bergerak lebih agresif dibanding kota metropolitan besar.
Harga Rumah Jabodetabek Bergerak Selektif
Di kawasan Jabodetabek, kenaikan harga tidak terjadi secara merata.
Secara MoM, Depok dan Bekasi mencatatkan kenaikan harga masing-masing 1,3% dan 0,4%.



