Hal yang Dapat Dilakukan Terapis, Tapi Tak Akan Bisa Digantikan AI
Di Era AI, Terapi Manusia Justru Makin Dibutuhkan
ILUSTRASI - Peran manusia yang tak bisa digantikan AI, yakni memperbaiki hubungan dan hadir secara emosional (Foto: Canva)
Justru, proses memperbaiki hubungan sering kali menjadi titik penyembuhan paling kuat, terutama bagi klien yang tumbuh tanpa pernah mendengar kata “maaf” dari figur penting dalam hidupnya.
Riset menunjukkan bahwa terapi dengan konflik yang berhasil diperbaiki menghasilkan progres yang lebih baik dibanding terapi yang tampak “mulus” tanpa gesekan.
Artinya, yang penting bukan terapis selalu benar, melainkan berani bertanggung jawab saat salah.
AI Bisa Menjawab Cepat, Tapi Tak Bisa Menanggung Luka
Tak bisa dipungkiri, AI kini banyak digunakan untuk kesehatan mental.
Akses 24 jam, anonim, murah, dan cepat membuat chatbot terasa praktis.
Bahkan, studi menunjukkan AI mampu membantu meredakan gejala kecemasan dan depresi dalam jangka pendek.
Namun, ada batas yang jelas.
AI bisa meminta maaf, tapi permintaan maafnya terasa berbeda.
Penelitian menemukan bahwa kata-kata maaf yang sama persis dinilai lebih tulus dan empatik ketika diyakini berasal dari manusia, bukan mesin.
Masalahnya bukan pada kalimat, tapi pada kehadiran manusia di baliknya.
Hal yang Tak Bisa Ditiru AI: Tanggung Jawab dan Kerentanan
Memperbaiki hubungan bukan sekadar mengucapkan kata yang tepat.



