Hal yang Dapat Dilakukan Terapis, Tapi Tak Akan Bisa Digantikan AI
Di Era AI, Terapi Manusia Justru Makin Dibutuhkan
ILUSTRASI - Peran manusia yang tak bisa digantikan AI, yakni memperbaiki hubungan dan hadir secara emosional (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Di tengah makin populernya kecerdasan buatan (AI) sebagai teman curhat dan alat refleksi kesehatan mental, satu pertanyaan besar mulai muncul: apakah peran terapis manusia akan tergeser?
Pengalaman seorang terapis justru menunjukkan sebaliknya.
Ada satu hal krusial dalam terapi yang hingga kini tak bisa ditiru AI, kemampuan memperbaiki hubungan secara emosional dan manusiawi.
Saat Terapis Salah, Lalu Bertanggung Jawab
Seorang terapis membagikan pengalamannya ketika kliennya tiba-tiba memutuskan terapi lewat email.
Sang klien merasa tidak dipahami dan menilai salah satu saran sebagai bentuk ketidaksensitifan emosional.
Alih-alih defensif, terapis tersebut mengajak klien bertemu sekali lagi.
Bukan untuk membujuk, melainkan untuk benar-benar mendengarkan.
Dalam sesi itu, terapis menyadari kesalahannya: terlalu berpegang pada teknik yang diminta klien, hingga mengabaikan koneksi emosional.
Kesalahan itu diakui secara terbuka, disertai permintaan maaf yang tulus.
Hasilnya tak terduga.
Klien justru merasa lega dan dihargai, sesuatu yang jarang ia alami sepanjang hidupnya.
Memperbaiki Hubungan Adalah Proses Penyembuhan
Dalam dunia terapi, konflik atau salah paham bukanlah kegagalan.



