Ending To My Beloved Thief: Eun-jo dan Yi Yeol Bersatu? Ya, Tapi Tidak dengan Gelar Raja
ENDING TO MY BELOVED THIEF - Akhirnya, Eun-jo dan Yi Yeol bersatu, tetapi bukan dalam skema kerajaan atau dongeng raja dan ratu/ X @sinekaii
AVNMEDIA.ID - Drama Korea fantasi sejarah To My Beloved Thief, disutradarai Ham Young-geol, menghadirkan kisah roman unik dengan konflik politik, pertukaran jiwa, dan cinta yang terjalin di balik topeng.
Nam Ji-hyun memerankan Hong Eun-jo sekaligus alter egonya, Gil Dong, sementara Moon Sang-min berperan sebagai Pangeran Mahkota Yi Yeol (Grand Prince Do Wol).
Kisah ini bukan sekadar tentang cinta dan petualangan, tapi juga tentang pilihan hidup, kekuasaan, dan keadilan.
Ringkasan Singkat To My Beloved Thief
Hong Eun-jo adalah wanita bangsawan yang lahir tidak sah.
Siang hari ia menjadi dokter ahli untuk rakyat biasa, malam hari ia berubah menjadi pencuri legendaris Gil Dong, mencuri dari pejabat korup untuk rakyat miskin.
Keberaniannya membuatnya menjadi pahlawan rakyat, sementara Yi Yeol, sang pangeran, berusaha menangkapnya tanpa sadar ia sedang jatuh cinta pada wanita yang dikejarnya.
Di tengah intrik istana, politik berlapis, dan racun yang ditaburkan oleh Menteri Sa-hyeong, Eun-jo dan Yi Yeol mengalami pertukaran jiwa.
Yi Yeol harus hidup sebagai rakyat biasa dan merasakan kesulitan Eun-jo, sementara Eun-jo menanggung tanggung jawab kerajaan.
Dinamika ini menambah kedalaman hubungan mereka, sekaligus menguji cinta dan integritas masing-masing.
Nasib Sa-hyeong: Ambisi Berujung Tragedi
Sa-hyeong, dalang politik dan racun di balik istana, akhirnya jatuh karena ambisinya sendiri.
Di episode terakhir, ia menculik Eun-jo, tapi justru kalah dalam pertarungan licik melawan sang pencuri legendaris.
Fakta mengejutkan terungkap: dialah yang membunuh ayah Eun-jo, bukan raja.
Akhirnya, Sa-hyeong menghadapi penyesalan mendalam—sebagai ayah, politisi, dan manusia.
Ia memilih mengakhiri hidupnya sendiri, mengakhiri babak ambisi dan keserakahan yang telah mengubah hidup banyak orang.
Yi Yeol Melepaskan Tahta: Pilihan Cinta dan Kebebasan
Yi Yeol bukan melepaskan tahta karena takut memerintah, tapi karena sadar memimpin kerajaan bukan tujuan hidupnya.
Setelah memastikan kerajaan damai dan rakyat terlindungi, ia menyerahkan tahta ke Ban, putra kakaknya.
Keputusan ini adalah simbol kematangan Yi Yeol: memilih cinta, kebebasan, dan kesetaraan dengan Eun-jo, daripada terikat oleh politik dan kewajiban raja.
Dengan melepaskan gelar, ia akhirnya bisa hidup sebagai manusia biasa, sejajar dengan wanita yang dicintainya.
Jae-i: Menemukan Jalan Hidup dan Kebebasan
Jae-i, putra Sa-hyeong, menghadapi konflik internal antara loyalitas pada ayah dan kebenaran.
Akhirnya ia bersaksi melawan ayahnya, dan memilih meninggalkan Joseon untuk hidup baru.
Kisahnya menekankan tema pertumbuhan diri, keberanian menghadapi kenyataan, dan kerinduan akan kebebasan dari kekuasaan istana.
Eun-jo dan Yi Yeol Bersatu, Tapi Bukan Sebagai Raja
Akhirnya, Eun-jo dan Yi Yeol bersatu, tetapi bukan dalam skema kerajaan atau dongeng raja dan ratu.
Setelah Yi Yeol melepaskan tahta, mereka hidup sebagai rakyat biasa, tanpa gelar, tanpa politik, dan tanpa batasan kelas sosial.
Hubungan mereka kini setara dan autentik: dua orang yang saling memilih karena cinta, bukan karena takdir atau kekuasaan.
Pelukan di akhir cerita menandakan kebebasan dan kesetaraan yang mereka raih—Eun-jo mendapatkan yang ia inginkan: cinta sejati bersama Yi Yeol.
Makna Epilog: Cinta dan Takdir yang Tak Terikat Waktu
Epilog berlatar modern menunjukkan sepatu Eun-jo dan cincin Yi Yeol di museum.
Mereka hadir di museum tanpa mengenali satu sama lain, tapi rasa familiar muncul, seolah jiwa mereka bertemu kembali di kehidupan lain.
Ini menegaskan bahwa cinta mereka abadi, melintasi zaman, kelas sosial, dan politik, memberi mereka kesempatan untuk jatuh cinta lagi.
Ending To My Beloved Thief menunjukkan bahwa cinta sejati tidak selalu datang dengan kekuasaan atau gelar.
Eun-jo dan Yi Yeol bersatu sebagai manusia biasa, memilih kebebasan, kesetaraan, dan cinta murni di atas segalanya.
Drama ini bukan sekadar roman sejarah, tapi juga pelajaran tentang pilihan hidup, pengorbanan, dan keberanian menghadapi takdir. (jas)





