DPRD Samarinda Tak Mau Lagi 'Tidak Tahu', Anggaran Pendidikan Rp1,1 Triliun Mau Dikuliti
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar/ DPRD Samarinda
Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai penggunaan anggaran akan membantu DPRD menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat terkait prioritas pembangunan sektor pendidikan.
Ia menilai seluruh anggota dewan harus mengetahui latar belakang setiap program yang dijalankan, termasuk alasan suatu sekolah memperoleh alokasi anggaran lebih besar dibanding sekolah lainnya.
Pertanyakan Dasar Penentuan Prioritas Anggaran Sekolah
Dalam kesempatan itu, Anhar mencontohkan adanya perbedaan nilai anggaran yang diterima sejumlah sekolah di Samarinda.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah SD 31 Palaran yang memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp3,7 miliar.
Sementara di sisi lain, terdapat sekolah-sekolah lain yang juga berada di kawasan rawan banjir namun belum mendapatkan dukungan anggaran dengan nilai yang sama.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat maupun di kalangan legislatif.
“Kami ingin mengetahui dasar pengalokasiannya seperti apa. Karena ada beberapa sekolah yang sama-sama berada di daerah rawan banjir,” ujarnya.





