Advertorial DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Siapkan Wacana Layanan Bayi Tabung di RSUD I.A. Moeis

DPRD - Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari/ Foto: IST

"Kita bersyukur ada empat fasilitas puskesmas yang sudah kita resmikan. Dilihat dari fasilitasnya, kita bersyukur bahwa di era efisiensi ini kita masih bisa mewujudkan fasilitas untuk masyarakat yang kualitasnya jauh lebih baik," jelasnya.

Penilaian tersebut juga diperkuat dengan hasil studi banding yang dilakukan DPRD Samarinda untuk melihat kondisi fasilitas puskesmas di daerah lain. 

Dari kegiatan itu, Celni menyebut Samarinda memiliki fasilitas yang cukup unggul.

"Kita sudah studi banding puskesmas. Kita adalah salah satu yang terbaik," ucapnya.

Namun, peningkatan sarana dan prasarana menurutnya harus berjalan beriringan dengan pembenahan kualitas pelayanan. 

Fasilitas yang semakin lengkap perlu didukung tenaga kesehatan dan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan secara optimal.

"Saya berharap fasilitasnya sudah ditunjang dengan baik. Semoga pelayanannya juga bisa jauh lebih baik," ungkapnya.

Ia berharap pengembangan layanan kesehatan di Samarinda terus bergerak dari sekadar pembangunan fisik menuju penambahan jenis pelayanan yang semakin beragam. 

Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh lebih banyak kebutuhan layanan medis di daerah sendiri.

Rencana menghadirkan program bayi tabung di RSUD I.A. Moeis pun menjadi salah satu bentuk pengembangan layanan yang tengah didorong. 

Jika nantinya terealisasi, masyarakat Samarinda tidak perlu lagi pergi ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan tersebut. (adv)

Related News
Recent News
image
Advertorial Penanganan PMKS Tak Cukup Dirazia, DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Bersinergi
by Nayara Faiza2026-07-25 18:59:00

DPRD Samarinda mendorong sinergi Satpol PP dan Dinsos agar penanganan PMKS lebih efektif

image
Advertorial Program Pesantren Ramah Anak Didukung, DPRD Samarinda Minta Regulasi Segera Disiapkan
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-07-24 17:24:00

Program Pesantren Ramah Anak dinilai membutuhkan regulasi agar memiliki standar pelaksanaan yang jel