DPRD Samarinda Dorong Perpustakaan Digital agar Minat Baca Masyarakat Meningkat
DPRD SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto: IST)
AVNMEDIA.ID - Pengembangan layanan perpustakaan berbasis digital yang digagas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Samarinda memperoleh apresiasi dari Komisi IV DPRD Kota Samarinda.
Inovasi tersebut dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk memperluas jangkauan layanan literasi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan kehadiran koleksi buku digital akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan tanpa harus mengunjungi perpustakaan secara langsung.
Seluruh koleksi nantinya dapat diakses melalui perangkat telepon pintar yang terkoneksi dengan sistem perpustakaan.
“Ke depan masyarakat tidak hanya dapat meminjam buku fisik, tetapi juga mengakses koleksi digital melalui handphone yang terhubung dengan platform perpustakaan. Ini tentu akan mempermudah masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan,” ujar Novan.
Menurutnya, perubahan teknologi telah mengubah cara masyarakat mencari dan mengonsumsi informasi.
Karena itu, perpustakaan juga harus beradaptasi dengan menghadirkan layanan yang lebih fleksibel, praktis, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami mendukung penuh pengembangan layanan perpustakaan digital. Selain mengikuti perkembangan teknologi, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat yang kini banyak memanfaatkan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Novan menilai upaya meningkatkan literasi tidak cukup hanya menyasar peserta didik di sekolah maupun perguruan tinggi.
Gerakan membaca perlu diperluas agar melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Literasi harus menjadi gerakan bersama. Tidak hanya di lingkungan sekolah atau kampus, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti Posyandu, PKK, maupun komunitas yang ada di tingkat kecamatan dan kelurahan,” terangnya.
Ia berpandangan, peningkatan budaya membaca membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat.
Dengan dukungan bersama, program literasi diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak warga.
Novan berharap kemudahan mengakses koleksi bacaan melalui layanan digital dapat mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan.
Menurutnya, budaya membaca harus tumbuh sebagai kebutuhan yang dimiliki seluruh warga tanpa memandang usia maupun latar belakang.
“Budaya membaca harus menjadi kebutuhan semua kalangan, bukan hanya anak-anak atau pelajar. Karena itu, program literasi perlu dirancang lebih inklusif agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Novan menegaskan pentingnya menghadirkan program literasi yang inklusif agar budaya membaca dapat tumbuh dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (adv/naf)





