45 Persen Kasus Penipuan Digital di Asia Tenggara Belum Terselesaikan, Kepercayaan Digital Terancam
REPORT - Temuan tersebut terungkap dalam GSMA ASEAN Consumer Scam Report 2026, salah satu dari dua laporan terbaru GSMA yang diluncurkan dalam M360 ASEAN Digital Trust Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (9/9/2026)/ HO to Avnmedia.id
Di kawasan ASEAN, operator seluler dinilai dapat membantu pemerintah, perusahaan, dan masyarakat berpartisipasi dalam ekonomi digital secara lebih aman.
Namun, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah, regulator, operator seluler, institusi keuangan, platform digital, serta pelaku industri teknologi perlu bekerja sama untuk memperkuat sistem pencegahan fraud.
Head of Asia Pacific GSMA, Julian Gorman, mengatakan akses digital saja tidak lagi cukup untuk mendukung ambisi digital ASEAN.
“Akses saja kini tidak lagi cukup,” ujar Julian.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki keyakinan bahwa layanan digital yang digunakan aman, dapat diandalkan, dan memiliki akuntabilitas.
Ia menilai negara-negara yang mampu membangun kepercayaan terhadap infrastruktur, layanan, dan institusi digital akan memiliki posisi lebih kuat dalam mendorong partisipasi, inovasi, serta pertumbuhan ekonomi digital.
Kolaborasi Regional Jadi Kunci
GSMA menilai kolaborasi antarnegara ASEAN menjadi semakin penting untuk menghadapi ancaman penipuan digital yang tidak mengenal batas wilayah.
Kerja sama regional dapat membantu negara-negara saling bertukar pengalaman, meningkatkan ketahanan sistem, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transformasi digital.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam M360 ASEAN Digital Trust Summit di Kuala Lumpur.
Forum tersebut mempertemukan pemimpin pemerintah, industri, dan organisasi internasional untuk membahas upaya membangun ekosistem digital ASEAN yang lebih aman, tangguh, dan inklusif.
Sejumlah pihak yang terlibat antara lain operator jaringan seluler, Google, Meta, International Telecommunication Union (ITU), Mastercard, serta pemerintah dari berbagai negara ASEAN.
M360 ASEAN akan berlanjut pada Kamis (10/9/2026), dengan pembahasan mengenai langkah ASEAN menerjemahkan ambisi digital menjadi implementasi yang tepercaya.
Agenda tersebut dijadwalkan dibuka oleh Menteri Komunikasi Malaysia YB Dato' Seri Fahmi Fadzil, Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn, serta Director General GSMA Vivek Badrinath. (jas)
- Infobip Ungkap Tren Baru Percakapan Bisnis Indonesia: WhatsApp Masih Jadi Kanal Utama
- AI Berkembang Pesat, Mengapa Perusahaan Indonesia Masih Mengalami Blind Spot di Operasional IT?
- Autonomous AI Mulai Mengubah Operasional Perusahaan, Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan Bisnis
- Riset NTT DATA: AI Perusahaan Terhambat Isu Privasi dan Kedaulatan Data, Ini Dampaknya bagi Bisnis





