45 Persen Kasus Penipuan Digital di Asia Tenggara Belum Terselesaikan, Kepercayaan Digital Terancam

REPORT - Temuan tersebut terungkap dalam GSMA ASEAN Consumer Scam Report 2026, salah satu dari dua laporan terbaru GSMA yang diluncurkan dalam M360 ASEAN Digital Trust Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (9/9/2026)/ HO to Avnmedia.id

Modus penipuan pun semakin berkembang.

Aktivitas scam kini semakin bergeser ke sektor investasi, mata uang kripto, belanja online, hingga tawaran pekerjaan. Modus tersebut umumnya dirancang untuk membujuk korban agar mengirimkan uang mereka sendiri.

Aplikasi messaging bahkan menjadi salah satu jalur utama munculnya penipuan. Sebanyak 41 persen pengalaman penipuan terjadi melalui saluran messaging.

AI Bikin Modus Penipuan Makin Sulit Dideteksi

Perkembangan teknologi AI turut mengubah lanskap keamanan digital.

Dalam laporan Digital Nations 2026: Building Trusted Digital Ecosystems in ASEAN, GSMA memperingatkan bahwa AI memungkinkan munculnya serangan phishing, deepfake, kloning suara, hingga pemalsuan identitas digital yang semakin canggih.

Teknologi tersebut membuat masyarakat maupun organisasi semakin sulit membedakan interaksi yang benar-benar sah dengan komunikasi yang telah direkayasa untuk menipu.

Karena itu, kepercayaan digital tidak lagi cukup dibangun hanya dengan menyediakan akses internet.

Ekosistem digital membutuhkan kemampuan untuk memverifikasi identitas, mengautentikasi komunikasi, memperkuat ketahanan sistem, serta berbagi informasi terpercaya untuk mencegah kerugian sebelum terjadi.

Empat Fondasi Kepercayaan Digital ASEAN

GSMA mengidentifikasi empat fondasi utama yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem digital tepercaya.

Pertama, identitas. Kemampuan untuk memastikan bahwa individu maupun organisasi yang berinteraksi di ruang digital benar-benar sesuai dengan identitasnya.

Kedua, komunikasi. Pengguna perlu memiliki keyakinan bahwa interaksi digital yang mereka terima autentik dan tidak mengalami manipulasi.

Ketiga, jaringan yang tangguh. Infrastruktur dan sistem keamanan siber harus mampu menjaga layanan digital tetap tersedia sekaligus terlindungi.

Keempat, intelijen kolektif. Informasi terpercaya perlu dikumpulkan, dibagikan dan dimanfaatkan bersama untuk memperkuat keamanan serta ketahanan ekosistem digital.

Operator Seluler Tak Lagi Sekadar Penyedia Internet

Dalam membangun empat fondasi tersebut, peran operator seluler juga ikut berubah.

Operator yang selama ini identik sebagai penyedia konektivitas kini semakin terlibat dalam verifikasi identitas, keamanan jaringan, pencegahan fraud, layanan autentikasi, hingga berbagi informasi intelijen.

Related News
Recent News
image
Techno Komdigi Perkuat Pengawasan HKI Digital, Ribuan Situs Ilegal Jadi Ancaman Industri Kreatif
by Adrian Jasman2026-06-19 12:53:48

Komdigi perkuat pengawasan HKI digital, ribuan situs ilegal jadi ancaman industri kreatif nasional.

image
Techno Xiaomi 17T Series Hadir dengan Leica 5x Telephoto dan Leica Live Moment, Cocok untuk Konten Konser hingga Traveling
by Adrian Jasman2026-06-01 09:23:10

Xiaomi 17T Series hadir dengan Leica 5x Telephoto dan Live Moment untuk konten konser dan traveling.