Mengapa Morning Journaling Efektif? Kebiasaan untuk Jaga Fokus dan Kesehatan Mental
Journaling Tidak Harus Lama dan Penuh Aturan
ILUSTRASI - Morning journaling bantu jaga kesehatan mental, jernihkan pikiran, dan fokus sejak pagi (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Morning journaling atau kebiasaan menulis jurnal di pagi hari semakin populer sebagai salah satu cara sederhana menjaga kesehatan mental.
Praktik ini dinilai efektif membantu seseorang memulai hari dengan pikiran lebih jernih, emosi lebih stabil, dan tujuan yang lebih terarah.
Berbeda dengan journaling malam hari yang berfokus pada refleksi, morning journaling bekerja selaras dengan ritme alami tubuh dan kondisi mental saat bangun tidur.
Morning Journaling dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental
Journaling sering direkomendasikan sebagai alat refleksi diri, pengelolaan emosi, dan pereda stres.
Namun, waktu melakukan journaling ternyata berperan penting, terutama bagi mereka yang kerap mengalami kecemasan, overthinking, atau kelelahan mental.
Pada pagi hari, hormon kortisol, yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan, secara alami berada di level lebih tinggi.
Morning journaling memanfaatkan kondisi ini untuk membantu menata pikiran dan menyalurkan kecemasan sejak awal hari.
Dengan menuliskan pikiran ke atas kertas, seseorang menciptakan jarak psikologis dari kekhawatiran yang berulang sehingga otak tidak terus menganggapnya sebagai masalah yang belum terselesaikan.
Mengapa Journaling Pagi Lebih Efektif Dibanding Malam Hari
Journaling di malam hari memang bermanfaat untuk refleksi, tetapi pada beberapa orang justru bisa memicu pikiran aktif dan mengganggu waktu istirahat, terutama jika emosi yang ditulis belum terselesaikan.
Sebaliknya, morning journaling membantu menetapkan suasana hati dan arah yang jelas untuk menjalani aktivitas sehari-hari.



