WAYANG Comeback Total! Single “Mati Aku Mati” Hadir dengan Formasi dan Genre Baru
Band legendaris Indonesia, WAYANG, resmi membuka era baru mereka di industri musik nasional lewat single terbaru berjudul Mati Aku Mati/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Band legendaris Indonesia, WAYANG, resmi membuka era baru mereka di industri musik nasional lewat single terbaru berjudul Mati Aku Mati.
Tidak hanya menghadirkan lagu baru, WAYANG juga tampil dengan perubahan besar mulai dari formasi, warna musik, hingga identitas fandom mereka.
Comeback ini menjadi salah satu transformasi paling signifikan sepanjang perjalanan WAYANG sejak pertama kali debut pada 1995.
WAYANG Hadir dengan Formasi Baru
Bagi penikmat musik era akhir 90-an dan awal 2000-an, nama WAYANG tentu tidak asing.
Band ini dikenal lewat sederet lagu hits seperti Damai, Dongeng, Katanya, Kecewa, Gadis Kecil, hingga Andai Kau Ada.
Kini, memasuki pertengahan 2026, WAYANG hadir dengan susunan personel baru:
- Taurin (Vokal)
- Odji (Bass)
- Ilham (Gitar)
- Aie (Gitar)
- Farid (Drum)
Perubahan besar ini bermula setelah Odji menjadi satu-satunya personel lama yang masih ingin melanjutkan perjalanan WAYANG.
Menurut Odji, keputusan mencari personel baru dilakukan secara alami tanpa proses audisi formal.
“Akhir tahun 2025 cuma tersisa saya sebagai personel asli. Tapi Bunda Lilik ingin WAYANG tetap ada. Akhirnya kami bertemu Taurin dan Farid, lalu Ilham ikut bergabung. Ternyata chemistry-nya langsung cocok,” ujar Odji.
“Mati Aku Mati” Jadi Awal Era Baru WAYANG
Lewat single Mati Aku Mati, WAYANG mencoba keluar dari pola musik lama mereka.
Jika sebelumnya WAYANG identik dengan pop rock melankolis, kini mereka masuk ke wilayah Alternatif Rock dengan sound yang lebih tebal dan agresif.
Kehadiran dua gitaris sekaligus juga membuat karakter musik WAYANG terdengar lebih modern dan eksplosif.
Taurin sebagai vokalis baru mengakui perubahan image ini memang cukup drastis dan kemungkinan akan memunculkan banyak respons dari penggemar lama.
“Karena sekarang vokalisnya perempuan, otomatis image WAYANG juga berubah. Tapi respons teman-teman musisi sejauh ini positif dan itu bikin kami makin percaya diri,” kata Taurin.
Lagu “Mati Aku Mati” Terinspirasi Kisah Masa Sekolah
Single Mati Aku Mati ditulis oleh Ilham Ramadhan, gitaris WAYANG.
Menariknya, lagu ini ternyata berangkat dari pengalaman pribadi Ilham saat masih sekolah.
Awalnya, ia diminta membuat lagu untuk adik teman yang kemudian justru membuat mereka dekat secara emosional.
“Kenapa judulnya Mati Aku Mati? Karena kalimat itu muncul di beberapa bagian lagu dan mewakili rasa kagum yang sangat dalam kepada seseorang,” jelas Ilham.
Secara musik, lagu ini menghadirkan kombinasi riff gitar yang padat, distorsi tebal, ritme dinamis, dan vokal yang emosional.
Nuansa rock modern yang dibawa juga membuat WAYANG terdengar sangat berbeda dibanding era sebelumnya.
Fans WAYANG Kini Punya Nama Baru
Bukan hanya musik dan formasi yang berubah.
WAYANG juga mengganti nama fandom mereka dari sebelumnya “Wayangku” menjadi “Pendongeng”.
Menurut Odji, perubahan ini menjadi simbol bahwa WAYANG memang ingin terus berkembang dan membawa energi baru ke depannya.
WAYANG Ingin Tetap Eksis di Industri Musik Indonesia
Meski datang dengan wajah baru, WAYANG berharap identitas dan semangat mereka tetap bisa diterima pendengar lama maupun generasi baru.
Single Mati Aku Mati sekaligus menjadi pembuktian bahwa WAYANG belum selesai di industri musik nasional.
“Siapapun yang meneruskan sejarah WAYANG ke depan, semoga tetap bisa diterima walaupun dalam bentuk berbeda,” tutup Odji.
Saat ini, single Mati Aku Mati sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Video liriknya juga sudah bisa ditonton melalui kanal YouTube resmi WAYANG. (jas)





