Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jadi Venue Pertama di Indonesia Gunakan Sennheiser Spectera
Sennheiser Wireless System / HO to Avnmedia.id
“Perbedaannya dibandingkan dengan sistem analog kami sebelumnya sangat signifikan,” kata Dwi.
Menurutnya, sistem baru tersebut lebih ringkas dan efisien, baik dari sisi waktu maupun penggunaan ruang.
Efisiensi juga dirasakan dalam pengelolaan RF.
Sebelum pertunjukan dimulai, tim teknis dapat menyalakan perangkat yang akan digunakan dan menganalisis kondisi RF melalui Spectera WebUI.
Antarmuka tersebut menampilkan aktivitas RF secara visual. Teknisi kemudian dapat mengidentifikasi frekuensi dengan tingkat interferensi lebih rendah dan menentukan konfigurasi yang sesuai untuk produksi.
“Sebelumnya, kami tidak memiliki cara untuk memvisualisasikan kondisi RF seperti ini,” ujar Dwi.
Dengan software tersebut, tim teknis dapat melihat kondisi RF secara langsung sebelum acara dimulai.
Spectera WebUI juga menyediakan informasi mengenai kualitas sinyal, status perangkat, hingga kondisi baterai ketika sistem digunakan.
Teknologi Wireless Jadi Bagian dari Efisiensi Produksi
Bagi tim teknis Teater Besar, manfaat teknologi tersebut tidak hanya diukur dari jumlah perangkat yang berkurang.
Kemampuan memantau sistem secara real-time membuat teknisi dapat mengalokasikan lebih banyak perhatian pada jalannya produksi dibandingkan menangani infrastruktur wireless.
Status perangkat seperti volume, latensi, level baterai, dan kondisi RF dapat dipantau melalui software.
Dwi, yang telah bergabung dengan Teater Besar sejak 2018, mengatakan pengalaman menggunakan beberapa generasi teknologi audio membuatnya dapat membandingkan langsung perubahan yang terjadi setelah Spectera diterapkan.
“Sejak mulai menggunakan Spectera, saya belum menemukan adanya gangguan atau masalah teknis,” ujarnya.
Menurut dia, selama sistem telah dikonfigurasi dan seluruh perangkat terhubung dengan baik, tim teknis cukup memantau performanya melalui software selama pertunjukan berlangsung.
Bagi Teater Besar, pendekatan tersebut memberikan fleksibilitas untuk menghadapi produksi dengan format dan skala berbeda sepanjang tahun.
Teknologi wireless tidak lagi hanya diposisikan sebagai perangkat pendukung, tetapi menjadi bagian dari strategi untuk membuat proses produksi lebih ringkas, terukur, dan mudah dikembangkan.
“Sejauh ini, belum ada sistem lain yang benar-benar seperti ini,” pungkas Dwi. (jas)
- CrowdStrike Gandeng Telkom Indonesia, Bidik Pasar Keamanan Siber Berbasis AI
- Konektivitas Tak Lagi Cukup Mengandalkan Kabel, Satelit Masuk ke Peta Infrastruktur Digital
- Cara Membeli dan Mengaktifkan eSIM XL dengan QR Code
- Laptop AI Copilot+™ Murah Apa yang Terbaik? Kenali Keunggulan ASUS Vivobook S14 OLED





