Spoiler Episode 5 Bloody Flower: Rencana Monopoli Obat Terbongkar, Woo-gyeom Jadi “Mesin Uang”?
BLOODY FLOWER - Episode ini menandai babak baru: bukan lagi soal vonis, melainkan siapa yang akan mengendalikan “obat penyelamat nyawa” dan menjadikannya ladang bisnis/ X @huminifier
Jika tidak? Cheum akan menerapkan sistem undian pasien.
Yang mengejutkan, Jeong-su menyebut Woo-gyeom sebagai “mesin uang” baru mereka.
Ini memperjelas satu hal: ada rencana monopoli besar-besaran terhadap obat tersebut.
Alih-alih menyelamatkan nyawa secara adil, terapi ini berpotensi dikuasai segelintir elite demi kekuasaan dan keuntungan finansial.
Politik, Sponsor, dan Kepentingan Tersembunyi
Episode 5 juga mengungkap bahwa keluarga Chae adalah sponsor utama Anggota Majelis Baek.
Ketika Baek mencoba membatalkan putusan pengadilan demi kepentingan politiknya, ia justru ditegur oleh Jeong-su.
Jeong-su hanya peduli pada dua hal: kekuasaan dan uang.
Lebih mengejutkan lagi, di meja rapat dewan Cheum terlihat sosok misterius yang duduk di kursi pimpinan tertinggi—diduga memiliki hubungan dengan Jaksa Cha. Intrik keluarga dan politik makin terasa kental.
Min-seo Kritis, Han-jun di Ujung Dilema
Di sisi emosional, kondisi Min-seo semakin memburuk.
Ia mengalami kejang, demensia, bahkan kehilangan penglihatan. Harapan hidupnya menyusut drastis.
Han-jun kini berada di persimpangan moral: menerima tawaran Jeong-su demi menyelamatkan putrinya, atau menolak praktik monopoli yang jelas-jelas problematis secara etika.




