Penjelasan Ending Spring Fever: Jae-gyu Jadi Support System Paling Menyembuhkan untuk Bom?
SPRING FEVER - Jae-gyu, yang selama ini menyembunyikan luka fisiknya akibat kebakaran, akhirnya berhenti bersembunyi. Ia mengakui bahwa Bom lah yang memberinya keberanian untuk menerima dirinya sendiri/ X @usersexist875
AVNMEDIA.ID - Penjelasan ending Spring Fever.
Drama Korea Spring Fever menutup kisahnya dengan nada yang tenang namun emosional.
Bukan tentang balas dendam besar atau plot twist berlebihan, melainkan soal penyembuhan, harga diri, dan cinta yang tumbuh lewat rasa hormat.
Di episode terakhir, fokus utama bukan lagi sekadar skandal guru-orang tua murid yang menghantam Bom, tetapi bagaimana ia bangkit — dan siapa yang berdiri paling kokoh di sampingnya.
Lalu, apakah Jae-gyu benar-benar menjadi support system paling menyembuhkan untuk Bom? Berikut penjelasan ending Spring Fever secara lengkap.
Bom Akhirnya Memilih Bersuara
Sejak awal, hidup Bom hancur karena rumor perselingkuhan palsu yang menyebar luas.
Ia dicap, dihakimi, dan nyaris kehilangan kariernya sebagai guru.
Di episode final, Bom berada di titik terendahnya.
Ia tak bisa tidur, dihantui rasa cemas, dan dihadapkan pada dua pilihan: diam untuk bertahan, atau bicara untuk melawan.
Bom memilih yang kedua.
Ia menuliskan versinya sendiri tentang skandal tersebut — tentang trauma, tekanan, dan kebohongan yang merusak hidupnya.
Keputusan ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya, Bom tidak lagi membiarkan orang lain mengendalikan narasinya.
Keadilan dalam Spring Fever tidak datang dengan teriakan, tetapi lewat keberanian untuk mengakui dan menghadapi kebenaran.
Jae-gyu: Tidak Menyelamatkan, Tapi Menemani
Yang membuat ending ini terasa kuat adalah posisi Jae-gyu.
Ia tidak pernah mencoba “menyelamatkan” Bom seperti pahlawan drama klise.




