Setelah Parasite, Giliran Pengabdi Setan 3? Perusahaan Korea Ini Siap Membawanya Mendunia
Perusahaan di balik Parasite kini membawa film horor Joko Anwar
Pengabdi Setan 3 semakin ambisius dengan target penonton internasional / Foto: biem.co
Pengabdi Setan 3 Akan Jadi Prekuel
Meski merupakan film ketiga dalam waralaba Pengabdi Setan, Satan’s Slaves: Origin bukan sekadar sekuel dari dua film sebelumnya.
Joko Anwar menyiapkan film ini sebagai prekuel yang dapat berdiri sendiri. Ceritanya akan menggali asal-usul sekte, perjanjian dengan kekuatan iblis, serta kutukan yang menjadi sumber teror dalam waralaba Pengabdi Setan.
Kisahnya dimulai dari peristiwa histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16 yang terinspirasi dari kejadian nyata pada 1518.
Cerita kemudian berpindah ke sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.
Latar cerita yang melintasi waktu dan lokasi tersebut membuat Pengabdi Setan 3: Origin memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan dua film sebelumnya.
Film ini bahkan direncanakan mengambil latar di dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, yaitu Indonesia, Alsatian, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
Joko Anwar Ungkap Asal-Usul Kutukan
Sesuai dengan judul Origin, film terbaru ini akan mengungkap lebih jauh mengenai asal-usul teror yang selama ini menjadi bagian penting dari waralaba Pengabdi Setan.
Joko Anwar ingin menjawab sejumlah pertanyaan yang muncul dari dua film sebelumnya, termasuk dari mana kutukan tersebut berasal, mengapa kutukan itu terus berlanjut, dan apa sebenarnya tujuan di baliknya.
Dengan demikian, Pengabdi Setan 3: Origin tidak hanya menawarkan teror baru, tetapi juga memperluas mitologi yang telah dibangun sejak film pertama.
Menariknya, film ini tetap dirancang agar dapat dinikmati oleh penonton yang belum mengikuti dua film sebelumnya.
Pengabdi Setan 3 Dibidik Pasar Global
Keterlibatan Barunson E&A menunjukkan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin sejak awal memang memiliki ambisi untuk menjangkau penonton di luar Indonesia.
CEO Barunson E&A, Choi Yoon Hee, menilai proyek terbaru Joko Anwar memiliki skala yang berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya.





