Setelah Parasite, Giliran Pengabdi Setan 3? Perusahaan Korea Ini Siap Membawanya Mendunia
Perusahaan di balik Parasite kini membawa film horor Joko Anwar
Pengabdi Setan 3 semakin ambisius dengan target penonton internasional / Foto: biem.co
AVNMEDIA.ID - Pengabdi Setan 3: Origin semakin menunjukkan ambisinya untuk menembus pasar internasional.
Film horor terbaru karya Joko Anwar tersebut kini menggandeng Barunson E&A, perusahaan film asal Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu perusahaan di balik kesuksesan film Parasite.
Dengan judul internasional Satan’s Slaves: Origin, film ketiga dalam waralaba Pengabdi Setan itu akan dipasarkan ke pembeli internasional oleh Barunson E&A.
Film tersebut akan diperkenalkan dalam pasar film yang berlangsung bersamaan dengan Toronto International Film Festival (TIFF) pada September 2026.
Kabar ini menjadi salah satu perkembangan penting bagi Pengabdi Setan 3: Origin.
Pasalnya, film tersebut belum memasuki tahap produksi dan masih berada dalam fase pra-produksi. Meski begitu, proyek terbaru Joko Anwar sudah mulai diperkenalkan kepada pasar film internasional.
Setelah Parasite, Kini Giliran Pengabdi Setan 3
Nama Barunson E&A menjadi sorotan karena perusahaan Korea Selatan tersebut dikenal melalui keterlibatannya dalam film Parasite karya Bong Joon Ho.
Film tersebut berhasil meraih penghargaan Best Picture di Academy Awards dan menjadi salah satu film Korea paling berpengaruh di panggung perfilman dunia.
Kini, Barunson E&A membawa proyek Joko Anwar ke pasar internasional.
Namun, keterlibatan Barunson E&A bukan berarti perusahaan tersebut menjadi produser utama atau pembuat Pengabdi Setan 3: Origin.
Perannya adalah menangani penjualan internasional atau worldwide sales, termasuk menawarkan film tersebut kepada distributor dan pembeli dari berbagai negara.
Kerja sama ini juga bukan kali pertama Barunson E&A berkolaborasi dengan tim Joko Anwar. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah menjalin kerja sama dengan Come and See Pictures, rumah produksi yang didirikan Joko Anwar bersama Tia Hasibuan.
Kolaborasi tersebut salah satunya mencakup Ghost in the Cell, film yang dilaporkan telah meraih lebih dari 3,3 juta penonton di Indonesia dan terjual ke sekitar 150 wilayah internasional.





