Serangan Siber di Indonesia Tembus Miliaran, Perusahaan Diminta Perkuat Digital Trust
Reza Aminy, selaku Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia/ HO to Avnmedia.id
Menurut Johanna, organisasi tidak bisa lagi memandang AI, keamanan siber, dan perlindungan data sebagai fungsi teknis yang berdiri sendiri.
Ketiganya harus menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
“Di era ketika teknologi berkembang lebih cepat dari sebelumnya, kepercayaan menjadi aset yang sama pentingnya dengan inovasi itu sendiri,” ujar Johanna.
Ia menegaskan, perusahaan yang mampu membangun sinergi antara inovasi teknologi dan tata kelola yang baik akan lebih siap menghadapi tuntutan regulator, investor, pelanggan, hingga stakeholder lainnya.
Digital Trust Jadi Kunci Masa Depan Bisnis
BDO Indonesia menilai tantangan terbesar perusahaan ke depan bukan lagi sekadar mengadopsi teknologi terbaru, melainkan bagaimana memastikan seluruh inovasi berjalan seiring dengan kepercayaan publik.
Karena itu, pendekatan terintegrasi antara AI governance, cybersecurity, dan perlindungan data dianggap menjadi pondasi utama dalam membangun digital trust yang berkelanjutan.
Melalui penguatan layanan IT Advisory, BDO Indonesia menegaskan komitmennya untuk membantu organisasi membangun sistem digital yang aman, adaptif, dan mampu menghadapi risiko teknologi di masa depan. (jas)





