Serangan Siber di Indonesia Tembus Miliaran, Perusahaan Diminta Perkuat Digital Trust

Reza Aminy, selaku Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia/ HO to Avnmedia.id

Ia menilai banyak organisasi masih memisahkan pengelolaan AI, keamanan siber, dan perlindungan data. Padahal, ketiganya saling terhubung dan jika tidak dikelola secara terintegrasi dapat menciptakan celah risiko baru.

 

AI, Cybersecurity, dan Perlindungan Data Harus Terintegrasi

Associate Director IT & Digital BDO Indonesia, Reza Aminy, mengatakan awareness atau kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun fondasi digital trust.

Menurutnya, organisasi perlu memahami bahwa AI tidak hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga berkaitan dengan risiko baru seperti penyalahgunaan data hingga bias algoritma.

“Dengan adanya kesadaran yang terintegrasi, organisasi tidak hanya lebih siap memitigasi risiko baru yang dibawa oleh AI, tetapi juga mampu memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta menjaga reputasi bisnis,” kata Reza.

Ia menambahkan, perusahaan yang mampu menyelaraskan AI governance, cybersecurity, dan perlindungan data akan memiliki daya tahan bisnis yang lebih kuat di tengah ancaman digital yang terus berkembang.

Kepercayaan Digital Kini Sama Pentingnya dengan Inovasi

Sementara itu, salah satu leader BDO Indonesia, Johanna Gani, menilai kepercayaan digital kini menjadi aset penting bagi perusahaan di era percepatan teknologi.

Related News
Recent News
image
Techno REDMI 17 Hadir di Indonesia, Bawa Baterai 7.500mAh dan Fitur RGB Light! Harga Mulai Berapa?
by Adrian Jasman2026-08-22 17:00:00

REDMI 17 resmi hadir di Indonesia dengan baterai 7.500mAh, kamera 50MP, layar 120Hz.

image
Techno Canva Code 2.0 Resmi Hadir di Indonesia, Kini Bisa Bikin Website hingga Game Tanpa Harus Bisa Coding
by Adrian Jasman2026-07-21 11:10:28

Canva Code 2.0 hadir di Indonesia, memungkinkan pengguna membuat website dan kuis tanpa coding.