Screen Time Berlebih pada Anak? Bahagia di Depan Layar, Waspada Risiko Ini Mengintai...
Waspada Anak Kehilangan Proses Belajar yang Tidak Tergantikan
ILUSTRASI - Waspada screen time berlebih pada anak. Anak tampak bahagia di depan layar, tapi screen time berlebih bisa hambat interaksi dan tumbuh kembang (Foto: Canva)
Screen time yang berlebihan secara perlahan menggantikan dialog, cerita, dan respons emosional yang membentuk kemampuan komunikasi anak.
Dampak Screen Time Berlebih pada Perkembangan Otak Anak
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa durasi screen time yang tinggi berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang optimal.
Area otak yang berperan dalam perhatian, pengendalian diri, dan fungsi eksekutif dapat berkembang lebih lambat pada anak-anak yang terlalu sering terpapar layar.
Selain itu, layar mendorong pola konsumsi pasif.
Anak menerima rangsangan cepat tanpa perlu berpikir mendalam, menganalisis, atau memecahkan masalah.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berisiko menghambat kemampuan berpikir kritis anak.
Anak-Anak Kehilangan Proses Belajar yang Tidak Tergantikan
Masalah utama dari screen time bukan hanya soal lamanya durasi, tetapi apa yang dikorbankan.
Saat anak fokus pada layar, waktu untuk bermain aktif, berinteraksi, dan bereksplorasi menjadi berkurang.
Dalam jangka panjang, anak-anak dapat mengalami kesulitan fokus, lemahnya regulasi emosi, serta keterikatan sosial yang kurang kuat.



