Review The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan): Caitlin Halderman Ketagihan Syuting di Malaysia
MEDIA SCREENING - Caitlin Halderman memerankan Riska dalam serial horor psikologis Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan)/ Viu Indonesia
Perbedaan lain yang dirasakan Caitlin adalah jumlah kru produksi.
Jika produksi di Indonesia bisa melibatkan tim yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan orang, produksi di Malaysia menurutnya menggunakan tim yang lebih ramping.
Awalnya kondisi tersebut justru membuat Caitlin merasa canggung.
“Kalau di Indonesia, tim produksinya bisa sangat besar, bahkan ratusan orang. Di sana timnya lebih kecil. Lama-lama aku nyaman dengan tim seperti ini, meskipun awalnya agak malu,” ucapnya.
Dengan jumlah kru yang lebih sedikit, perhatian di lokasi syuting terasa lebih terpusat kepada pemain.
Bagi Caitlin, pengalaman tersebut akhirnya menjadi bagian dari proses adaptasi sekaligus membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah produksi audiovisual dijalankan.
Beradu Akting dengan “Legenda” Malaysia
Pengalaman Caitlin semakin menarik karena The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) mempertemukannya dengan sejumlah aktor besar Malaysia.
Ada Datin Sri Umie Aida, Amerul Affendi, Meerqeen, dan Hannah Delisha yang ikut mengisi jajaran pemain.
Menariknya, Caitlin mengaku tidak langsung mengetahui seberapa besar nama para pemain tersebut di industri hiburan Malaysia.
Ia baru menyadarinya setelah orang-orang di sekitarnya memberi tahu.
“Awalnya aku enggak tahu. Lalu orang-orang bilang, ‘Kamu lagi main sama legenda-legenda Malaysia.’ Menurut aku, mereka sangat rendah hati dan terbuka,” kata Caitlin.
Justru dari interaksi tersebut, Caitlin mendapatkan pengalaman yang lebih luas.
Pertukaran cerita tidak berhenti pada pengalaman selama produksi. Mereka juga berbicara mengenai perkembangan industri hiburan di Indonesia dan Malaysia.
“Mereka terbuka untuk berkomunikasi dan belajar soal seperti apa industri di Indonesia. Aku pun belajar tentang industri di Malaysia, termasuk seperti apa industrinya dahulu,” ujarnya.
Menurut Caitlin, interaksi tersebut membuat wawasannya mengenai dunia hiburan di kawasan Asia Tenggara semakin terbuka.





