Review Film Esok Tanpa Ibu: Saat Duka, Keluarga, dan AI Bertemu dalam Kisah yang Menyentuh
Review film Esok Tanpa Ibu
POSTER - Film Esok Tanpa Ibu, tayang di Netflix/Foto: Netflix
Dalam usahanya mengobati rasa kehilangan, Rama memanfaatkan teknologi AI dan menghadirkan kembali sosok ibunya melalui program bernama I-BU atau AI-BU.
Kehadiran teknologi tersebut kemudian menjadi titik awal perjalanan emosional yang memperlihatkan bagaimana seorang anak dan seorang ayah menghadapi duka dengan cara yang berbeda.
Futuristik, Tapi Tetap Membumi
Salah satu kekuatan terbesar Esok Tanpa Ibu terletak pada worldbuilding yang dibangun dengan sangat meyakinkan.
Film ini menghadirkan gambaran Indonesia masa depan yang penuh teknologi canggih, mulai dari integrasi AI hingga berbagai perangkat pintar yang terasa natural dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, teknologi bukanlah fokus utama yang mendominasi cerita. AI hanya menjadi alat untuk mengantarkan pesan yang lebih dalam mengenai kehilangan, penerimaan, dan hubungan keluarga.
Alih-alih berubah menjadi film fiksi ilmiah yang rumit, Esok Tanpa Ibu tetap berdiri sebagai drama keluarga yang hangat dan emosional.





