Relatable Banget, 8 Kutipan Sarah Kim di The Art of Sarah Soal Fakta Kehidupan Nyata
Kutipan Tajam Sarah Kim
KUTIPAN - Delapan kutipan Sarah Kim di The Art of Sarah yang terasa dekat dengan realita hidup/ Foto: Netflix
AVNMEDIA.ID - Drama Korea The Art of Sarah yang tayang di Netflix sejak (13/02/2026) berhasil menarik perhatian penonton melalui alur cerita gelap, penuh misteri, dan karakter utama dengan identitas palsu.
Salah satu daya tarik utama drama The Art of Sarah ini adalah berbagai kutipan dari Sarah Kim yang terasa seperti fakta kehidupan nyata.
Kutipan-kutipan tersebut menyinggung kebenaran, kepalsuan, status sosial, dan refleksi moral yang membuat penonton merasa terhubung dengan cerita.
1. Kebenaran dan Kebohongan
“Kebenaran, seperti cahaya, membutakan kita. Kebohongan, di sisi lain, adalah seperti matahari terbenam yang indah yang mempercantik segalanya. Itu bertahan sampai kamu tertangkap”
Kutipan ini menyoroti bagaimana kebenaran sering terasa menyakitkan atau sulit diterima, sementara kebohongan bisa tampak indah pada awalnya.
Penonton The Art of Sarah menilai ini realistis karena mencerminkan pengalaman sehari-hari, di mana orang terkadang memilih hal-hal yang mudah diterima meski tidak sepenuhnya benar.
2. Status Sosial dan Barang Mewah
“Biaya produksi tidak menentukan nilai barang mewah. Orang mengejar status yang menyertai merek tersebut, bukan produk itu sendiri”
Kutipan ini menggambarkan perilaku konsumen modern yang lebih mementingkan citra dan status sosial daripada kualitas atau harga produk.
Penonton menganggap ini fakta sosial karena relevan dengan fenomena barang mewah dan obsesi status di dunia nyata.
3. Realitas dan Persepsi
“Jika kamu tidak bisa membedakan yang palsu dari yang asli, apakah itu benar‑benar palsu?”
Kutipan filosofis ini memicu refleksi penonton tentang persepsi dan realitas.
Dalam konteks drama, Sarah Kim menekankan bagaimana identitas dan citra bisa menjadi ilusi, dan kadang yang tampak palsu bisa terasa nyata.
4. Pembelajaran Tanpa Pendidikan Formal
“Kamu bisa belajar tentang dunia tanpa harus kuliah”
Sarah Kim menekankan bahwa pengalaman dan pengetahuan tidak terbatas pada pendidikan formal.
Banyak penontonThe Art of Sarah mengaitkannya dengan realitas hidup, di mana seseorang bisa memperoleh wawasan luas melalui pengalaman kerja, interaksi sosial, dan pengamatan.
5. Kepercayaan dan Kesalahan
“Bukan kebohongan yang membutakan kita. Tapi kepercayaan”
Kutipan ini menyoroti bagaimana kesalahan atau kekecewaan sering muncul karena kepercayaan yang berlebihan, bukan karena kebohongan itu sendiri.
Penonton menganggap ini sebagai refleksi realistis tentang hubungan interpersonal dan dinamika sosial.
6. Kompleksitas Hubungan Sosial
“Dengan dua orang, kamu akan menangis. Dengan tiga orang, kamu akan berkelahi. Dengan lebih dari itu, kamu akan merasa kesepian”
Kutipan ini menekankan dinamika sosial dan emosi manusia.
Penonton merasa ini benar karena menunjukkan bagaimana hubungan interpersonal bisa kompleks, menimbulkan konflik maupun kesepian.
7. Barang Mewah dan Tiruan
“Selama barang mewah ada, akan selalu ada tiruannya”
Sarah Kim memberikan pandangan realistis tentang pasar barang mewah dan fenomena tiruan.
Penonton menganggap ini benar karena menggambarkan sisi gelap konsumerisme dan obsesi status yang terjadi dalam kehidupan nyata.
8. Uang dan Citra Diri
“Kamu bisa membeli apa saja dengan uang. Bahkan awet muda.”
Ini adalah salah satu kutipan yang paling membuat penonton bertindak reflektif.
Sarah Kim menyatakan bahwa uang mampu membeli banyak hal termasuk yang tampaknya tidak mungkin, seperti citra awet muda melalui prosedur estetika atau gaya hidup yang mendukungnya.
Penonton merasa kutipan dari drama Korea The Art of Sarah ini menyentuh realitas sosial di mana uang sering kali menjadi alat untuk mengejar standar kecantikan dan citra diri, bahkan jika itu terasa semu. (naf)





