Rekap Episode 1 Teach You A Lesson: Alasan Dae-seok Jadi Korban Perundungan, Kenapa Ia Tak Lapor ke Guru?
Salah satu adegan paling menyedihkan dalam episode pertama memperlihatkan bagaimana Dae-seok dan siswa lain sebenarnya tidak memiliki tempat untuk mengadu/ X @daheeverse
Bukan karena kemampuan akademiknya, melainkan karena ayah Jun-hyeong adalah Ryu Gwang-pil, seorang anggota parlemen berpengaruh yang memiliki kekuatan politik besar.
Situasi tersebut membuat para guru memilih diam meskipun mengetahui apa yang terjadi di sekolah.
Bahkan pihak sekolah diduga sengaja mengabaikan berbagai laporan demi menjaga hubungan dengan keluarga Jun-hyeong.
Karena itulah Dae-seok tidak pernah benar-benar percaya bahwa melapor kepada guru akan menyelesaikan masalah.
Pengaruh Ayah Jun-hyeong Jadi Sumber Masalah
Episode pertama juga memperlihatkan bahwa akar persoalan bukan hanya perundungan di sekolah, tetapi juga penyalahgunaan kekuasaan.
Ryu Gwang-pil digambarkan sebagai politikus yang selalu menggunakan pengaruhnya untuk melindungi sang anak.
Ketika kasus perundungan mulai mendapat perhatian, ia justru berusaha menekan berbagai pihak agar tidak menyentuh Jun-hyeong.
Bahkan setelah kematian Dae-seok, para pelaku tetap bebas beraktivitas seperti biasa.
Kondisi itulah yang membuat para korban merasa tidak memiliki harapan untuk mendapatkan keadilan.
- Bikin Emosional, Episode 5 Teach You a Lesson Angkat Kasus Nyata Guru SD yang Berujung Tragis
- Spoiler Teach You a Lesson Episode 6: Hwa-jin Kirim Siswa Pengedar Narkoba ke Penjara Anak, Ji-ung Ditusuk di Akhir Episode
- Spoiler Episode 5 Teach You a Lesson: BPHP Bongkar Teror Orang Tua yang Hancurkan Mental Guru
Na Hwa-jin Datang Membuka Kasus Lama
Situasi mulai berubah ketika Na Hwa-jin muncul di Daehan High School.
Sebagai inspektur dari Educational Rights Protection Bureau (ERPB), Hwa-jin datang untuk menyelidiki kasus kematian Dae-seok yang selama ini terkesan ditutup-tutupi.
Berbeda dengan guru atau pejabat sekolah lainnya, Hwa-jin tidak takut menghadapi Jun-hyeong maupun ayahnya.
Ia bahkan secara terbuka menuduh pihak sekolah telah gagal melindungi siswa dan membiarkan budaya perundungan berkembang selama bertahun-tahun.





