Drama China

Rekap Ashes to Crown Episode 5: Rencana Chu Zhao Gagal Total, Xiao Xun Berhasil Kabur ke Xiaonan

Di tengah upayanya menyingkirkan musuh lama tersebut, Chu Zhao harus menerima kenyataan pahit. Xiao Xun berhasil lolos dari jebakan yang telah disiapkan dengan matang, sementara Xie Yanlai mengalami luka serius saat melakukan pengejaran/ X @haerlfs

AVNMEDIA.IDDrama China Ashes to Crown semakin menegangkan di Episode 5.

Setelah berhasil menekan Xiao Xun dalam beberapa episode sebelumnya, kali ini Chu Zhao justru menghadapi kegagalan besar yang mengubah peta persaingan politik di kerajaan.

Di tengah upayanya menyingkirkan musuh lama tersebut, Chu Zhao harus menerima kenyataan pahit.

Xiao Xun berhasil lolos dari jebakan yang telah disiapkan dengan matang, sementara Xie Yanlai mengalami luka serius saat melakukan pengejaran.

Berikut rekap lengkap Ashes to Crown Episode 5.

Deng Yi Mulai Meragukan Langkah Chu Zhao

Episode dibuka dengan pertemuan Deng Yi dan sahabat lamanya, Wangyou.

Dalam percakapan santai sambil bermain catur, Wangyou mempertanyakan keputusan Deng Yi yang kini mendukung Chu Zhao dan meninggalkan aliansi lamanya bersama Xiao Xun.

Menurut Wangyou, Chu Zhao bukan sosok yang bisa dianggap remeh.

Ia bahkan menilai Putri Agung tersebut cukup berani menggunakan Kaisar muda Xiao Yu sebagai umpan demi menjebak musuh-musuhnya.

Namun Deng Yi tidak terlalu peduli.

Baginya, politik hanyalah soal bertahan hidup dan memastikan dirinya tetap berada di posisi yang menguntungkan, siapa pun yang berkuasa di atas takhta.

Chu Zhao Meminta Maaf kepada Xiao Yu

Sementara itu di istana, Chu Zhao masih merasa bersalah karena telah melibatkan Xiao Yu dalam berbagai rencana berbahaya.

Ia mendatangi Kaisar muda tersebut dan meminta maaf karena telah menempatkannya dalam risiko besar.

Namun Xiao Yu tidak menunjukkan rasa kecewa.

Sebaliknya, ia mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan mereka bersama dan dirinya senang bisa membantu melindungi Chu Zhao.

Momen tersebut memperlihatkan betapa kuatnya hubungan antara Chu Zhao dan Xiao Yu, yang kini sudah seperti kakak dan adik kandung.

Momen Manis Chu Zhao dan Xie Yanlai

Tak lama kemudian, Xie Yanlai datang menemui Xiao Yu sambil membawa kudapan favorit sang Kaisar.

Namun kedatangannya kali ini juga diwarnai momen lucu ketika ia secara langsung meminta Chu Zhao mengembalikan jubah yang pernah dipinjamkan.

Chu Zhao yang terhibur dengan sikapnya langsung menggoda Yanlai sebelum akhirnya mengembalikan jubah tersebut.

Suasana hangat berlanjut ketika Xiao Yu mengingatkan janji mereka untuk membuat ayunan di halaman istana.

Meski awalnya mengeluh, Xie Yanlai tetap membantu menyiapkannya.

Ketika Chu Zhao mencoba ayunan itu, simpul tali yang dibuatnya ternyata tidak kuat dan langsung terlepas. Tubuhnya pun jatuh tepat ke pelukan Xie Yanlai.

Adegan sederhana tersebut menjadi salah satu momen romantis yang banyak disukai penonton dalam episode ini.

Chu Zhao Akhirnya Mengungkap Rahasia Kehidupan Sebelumnya

Setelah Xiao Yu tertidur, suasana berubah lebih serius.

Xie Yanlai kembali menyarankan agar Chu Zhao menghentikan perseteruannya dengan Xiao Xun.

Menurutnya, pertarungan tanpa akhir hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak.

Mendengar hal itu, Chu Zhao akhirnya membuka rahasia terbesar yang selama ini disimpannya.

Ia mengaku berasal dari kehidupan kedua.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia menikah dengan Xiao Xun karena percaya pada cinta dan kesetiaannya.

Namun semua berakhir tragis.

Xiao Xun menggunakan pernikahan mereka untuk menghancurkan keluarga Chu, merebut kekuatan militer ayahnya, lalu membunuh Chu Zhao dengan tangannya sendiri.

Alih-alih menganggap cerita tersebut tidak masuk akal, Xie Yanlai memilih mempercayainya.

Ia memahami bahwa kebencian Chu Zhao bukan muncul tanpa alasan.

Sidang Istana Bahas Nasib Xiao Xun

Pada sidang kerajaan berikutnya, Deng Yi mengusulkan agar Xiao Xun diizinkan kembali ke wilayah Xiaonan.

Menurutnya, langkah tersebut bisa membantu meredakan ketegangan politik di ibu kota.

Namun Xie Yanlai langsung menentang usulan tersebut.

Ia menilai keberadaan Xiao Xun di ibu kota masih penting sebagai bentuk pengawasan terhadap kekuatan besar yang dimiliki keluarga Xiaonan.

Saat para pejabat meminta pendapat Chu Zhao, sang Putri Agung mengeluarkan informasi mengejutkan.

Ia mengaku menerima laporan rahasia mengenai dugaan pergerakan mencurigakan dari Gurun Utara dan kemungkinan adanya hubungan dengan pihak tertentu di dalam kerajaan.

Pernyataan itu langsung membuat suasana sidang berubah tegang.

Laporan Rahasia Ternyata Bagian dari Rencana Chu Zhao

Setelah sidang selesai, Xie Yanlai menyadari bahwa laporan tersebut sebenarnya palsu.

Ia mengenali tinta khusus milik Keluarga Xie yang digunakan dalam dokumen tersebut.

Chu Zhao pun mengakui semuanya.

Ia sengaja membuat laporan palsu untuk memancing kepanikan Xiao Xun sekaligus memaksa Keluarga Xie berdiri di pihaknya.

Tujuan akhirnya jauh lebih besar.

Chu Zhao ingin membuat Xiao Xun merasa tidak memiliki pilihan selain melarikan diri dari ibu kota.

Jika itu terjadi, ia bisa menjebaknya dengan tuduhan pengkhianatan dan menyingkirkannya secara permanen.

 

Xiao Xun Menyadari Jebakan

Tidak butuh waktu lama hingga kabar mengenai laporan rahasia tersebut sampai ke telinga Xiao Xun.

Ia langsung memahami bahaya yang sedang dihadapinya.

Jika tetap tinggal di ibu kota, ia berisiko ditangkap dan dieksekusi.

Namun jika melarikan diri, ia juga bisa dicap sebagai pengkhianat kerajaan.

Meski demikian, Xiao Xun berhasil menemukan jalan keluar yang tidak diperkirakan siapa pun.

Ia mulai menyiapkan rencana pelarian yang berbeda dari semua kemungkinan yang telah dihitung Chu Zhao.

Kesepakatan Rahasia Chu Zhao dan Deng Yi

Di tengah persiapan menghadapi Xiao Xun, Chu Zhao juga berusaha memastikan Deng Yi tetap berada di pihaknya.

Kesempatan itu muncul ketika ia menemukan ibu Deng Yi yang tersesat di pasar.

Chu Zhao mengantar perempuan tua tersebut pulang secara langsung.

Saat bertemu Deng Yi, ia memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan tawaran sekaligus peringatan.

Chu Zhao meminta Deng Yi tidak ikut campur dalam rencananya menyingkirkan Xiao Xun.

Sebagai imbalan, seluruh kekayaan dan jaringan politik milik Xiao Xun di ibu kota akan diberikan kepadanya.

Tawaran tersebut membuat Deng Yi akhirnya memilih bersikap netral.

Rencana Penyergapan Xiao Xun Berantakan

Malam sebelum pelarian Xiao Xun, Xie Yanlai menyusun strategi untuk menjebak sang pangeran.

Ia menutup jalur perairan dengan dalih operasi pemberantasan penyelundupan garam.

Dengan begitu, Xiao Xun diperkirakan akan menggunakan jalur darat yang telah dipersiapkan sebagai lokasi penyergapan.

Namun kenyataan berkata lain.

Keesokan paginya, rumah Xiao Xun ditemukan kosong.

Ia ternyata tidak menggunakan jalur darat maupun pelabuhan resmi.

Sebaliknya, Xiao Xun berhasil menaiki kapal dagang yang berangkat lebih cepat dari jadwal dan lolos dari seluruh pengawasan.

Xie Yanlai Terluka Saat Mengejar Xiao Xun

Mengetahui dirinya telah ditipu, Xie Yanlai segera memimpin pengejaran.

Ia akhirnya berhasil menyusul kapal yang ditumpangi Xiao Xun.

Namun pertemuan keduanya justru berakhir tragis.

Dalam percakapan mereka, Xiao Xun sengaja menyinggung tragedi lama di Desa Wei dan menyebut nama Xiang, satu-satunya korban selamat dari peristiwa tersebut.

Kenangan menyakitkan itu membuat konsentrasi Xie Yanlai terganggu.

Melihat celah tersebut, salah satu pengawal Xiao Xun langsung menyerangnya dan menusukkan senjata ke dada Xie Yanlai.

Akibat luka serius tersebut, Xie Yanlai jatuh ke sungai dan hampir kehilangan nyawanya.

Xiao Xun Berhasil Kembali ke Xiaonan

Meski akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa kembali ke istana, kondisi Xie Yanlai sangat kritis.

Ia kehilangan banyak darah dan mengalami demam tinggi selama beberapa hari.

Sementara itu, kabar buruk lainnya datang kepada Chu Zhao.

Xiao Xun berhasil menyeberangi perbatasan dan kembali ke Xiaonan.

Artinya, kesempatan terbaik untuk menyingkirkannya telah hilang.

Kini Xiao Xun tidak lagi berada dalam pengawasan istana dan memiliki kebebasan untuk membangun kekuatannya sendiri.

Chu Zhao Kirim Ancaman Terbuka kepada Deng Yi

Tidak ingin membiarkan kegagalan tersebut berlalu begitu saja, Chu Zhao memerintahkan penyelidikan.

Hasilnya mengungkap bahwa izin pelayaran yang digunakan Xiao Xun diterbitkan oleh Fang Du, seorang pejabat yang diketahui merupakan murid Deng Yi.

Temuan itu membuat Chu Zhao murka.

Sebagai bentuk peringatan, ia mengirimkan peti mati besar yang terbuat dari kayu nanmu emas ke kediaman Deng Yi.

Saat bertemu langsung, Chu Zhao mengatakan bahwa peti mati mewah itu adalah "hadiah" atas jasa-jasa Deng Yi.

Sang Guru Besar langsung memahami maksud tersembunyi di balik hadiah tersebut.

Sebelum pergi, Chu Zhao menyampaikan ancaman yang lebih jelas.

Jika benang keberuntungan yang pernah ia berikan terasa terlalu panjang, maka ia tidak keberatan memberinya benang yang jauh lebih pendek.

Kalimat itu menjadi peringatan bahwa kesabarannya terhadap Deng Yi mulai habis.

Akhir Episode 5 Ashes to Crown

Episode 5 menjadi salah satu titik balik penting dalam Ashes to Crown.

Untuk pertama kalinya sejak kembali ke masa lalu, Chu Zhao mengalami kegagalan besar dalam upayanya mengendalikan keadaan.

Xiao Xun berhasil lolos dari perangkap dan kembali ke Xiaonan, sementara Xie Yanlai harus membayar mahal dengan luka serius yang hampir merenggut nyawanya.

Meski demikian, persaingan antara Chu Zhao dan Xiao Xun jelas belum berakhir.

Justru setelah berhasil melarikan diri, Xiao Xun kini memiliki lebih banyak ruang untuk menyusun rencana balasan yang bisa mengancam masa depan Chu Zhao dan seluruh keluarganya. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Film Penjelasan Ending Absolute Value of Romance: Apakah Woo-su Mencintai Eui-ju? Ini Makna Akhir Drama Korea Tersebut
by Adrian Jasman2026-06-05 17:22:30

Ending Absolute Value of Romance dijelaskan. Apakah Woo-su mencintai Eui-ju? Simak ulasannya.

image
Film Tayang di Netflix, Rekap Ashes to Crown Episode 3: Chu Zhao Mulai Bangun Kekuasaan dan Hadapi Intrik Baru Xiao Xun
by Adrian Jasman2026-06-05 16:22:28

Rekap Ashes to Crown Episode 3, Chu Zhao bangun kekuasaan dan hadapi intrik baru Xiao Xun di istana.