Penjelasan Ending Pro Bono: Da-wit Akhirnya Tolak Posisi Direksi Perusahaan
SCENE DRAMA KOREA - Ending Pro Bono menegaskan bahwa keadilan tidak selalu diukur dari kemenangan di pengadilan atau tingginya jabatan. Da-wit yang awalnya terobsesi untuk “selalu menang”, akhirnya memahami bahwa mendampingi korban agar tidak sendirian jauh lebih penting/ X @daheeverse
Kasus-kasus sensitif, termasuk tuduhan terhadap perusahaan besar yang membahayakan bayi lewat produk “ramah lingkungan”, justru coba dikubur demi kepentingan klien kaya.
Momen ini menjadi tamparan keras bagi Da-wit.
Ia menyadari bahwa jabatan tinggi tidak otomatis berarti keadilan, dan kekuasaan sering kali justru menjauhkan suara korban dari ruang hukum.
Menolak Direksi, Memilih Jalan Pro Bono
Alih-alih menerima posisi direksi perusahaan, Da-wit mengambil keputusan mengejutkan: keluar dari firma hukum elit dan membawa seluruh tim Pro Bono bersamanya.
Ia kemudian mendirikan firma hukum pro bono independen yang beroperasi dengan sistem biaya kontinjensi—hanya dibayar jika gugatan korban dimenangkan.
Pilihan ini menegaskan bahwa Da-wit lebih memilih risiko dan idealisme, ketimbang kenyamanan posisi elit.



