Penjelasan Ending Pro Bono: Da-wit Akhirnya Tolak Posisi Direksi Perusahaan
SCENE DRAMA KOREA - Ending Pro Bono menegaskan bahwa keadilan tidak selalu diukur dari kemenangan di pengadilan atau tingginya jabatan. Da-wit yang awalnya terobsesi untuk “selalu menang”, akhirnya memahami bahwa mendampingi korban agar tidak sendirian jauh lebih penting/ X @daheeverse
AVNMEDIA.ID - Drama Korea Pro Bono resmi menutup ceritanya di episode 12 dengan akhir yang kuat, emosional, sekaligus penuh makna.
Ending ini menyoroti keputusan besar Da-wit yang akhirnya menolak posisi direksi perusahaan hukum elit, demi tetap berpihak pada korban dan keadilan sejati.
Keputusan tersebut menjadi penanda perubahan besar dalam perjalanan karakter Da-wit, sekaligus pesan utama yang ingin disampaikan drama ini.
Da-wit Dihadapkan pada Kekuasaan dan Ambisi
Penjelasan ending di episode terakhir, Da-wit berada di posisi yang diimpikan banyak pengacara muda.
Setelah skandal Dr Oh terbongkar dan struktur firma hukum berubah, Jung-in menawarkan Da-wit posisi penting di jajaran manajemen—bahkan membuka peluang menjadi direktur atau co-CEO.
Secara logika, tawaran ini adalah puncak kesuksesan: kekuasaan, pengaruh, dan karier global.
Namun justru di titik inilah konflik batin Da-wit mencapai puncaknya.
Menyadari Wajah Asli Firma Hukum Besar
Setelah masuk lebih dalam ke sistem perusahaan, Da-wit menyaksikan bagaimana firma hukum besar memperlakukan korban.



