Penjelasan Ending Perfect Crown: Terungkap Nasib Pengkhianatan Jeong-woo! Yi-an dan Hui-ju Tak Lagi Terikat Kerajaan?
Adegan penutup drama ini juga terasa sangat manis. Yi-an dan Hui-ju terlihat menonton pertandingan baseball bersama. Saat kamera “kissing cam” menyorot mereka, pasangan ini langsung berciuman tanpa rasa canggung/ X @kdramamiss
AVNMEDIA.ID - Drama Korea Perfect Crown akhirnya menayangkan ending emosional yang penuh konflik politik, pengkhianatan, hingga kisah cinta manis antara Yi-an dan Hui-ju.
Episode 12 menjadi penutup yang menjawab hampir seluruh misteri besar dalam serial ini, termasuk nasib Jeong-woo yang selama ini menjadi dalang berbagai tragedi kerajaan.
Tak hanya itu, finale drama ini juga memperlihatkan bagaimana Yi-an rela melepaskan takhta demi kebebasan dan cinta yang selama ini ia perjuangkan bersama Hui-ju.
Lalu bagaimana akhir nasib Jeong-woo? Apakah monarki benar-benar dibubarkan?
Berikut penjelasan ending Perfect Crown selengkapnya.
Raja Yi-an Umumkan Penghapusan Monarki
Episode terakhir dibuka dengan keputusan mengejutkan dari Raja Yi-an.
Setelah resmi naik takhta, ia justru mengumumkan bahwa agenda pertama kerajaan adalah membahas penghapusan sistem monarki.
Keputusan tersebut langsung membuat keluarga kerajaan dan kabinet panik.
Namun Yi-an ternyata sudah membicarakan rencana itu kepada Hui-ju sebelumnya. Meski berat, Hui-ju memilih mendukung keputusan suaminya.
Masalahnya, pihak kerajaan jelas tidak ingin kehilangan kekuasaan. Satu-satunya harapan Yi-an hanyalah dukungan rakyat melalui survei publik.
Di sisi lain, Jeong-woo mulai memainkan berbagai cara licik untuk menggagalkan rencana tersebut. Ia bahkan menghentikan bantuan dana kerajaan demi menekan Yi-an.
Namun Hui-ju tidak tinggal diam.
Ia membantu membayar berbagai kebutuhan istana sambil terus berdiri di sisi Yi-an.
Pengkhianatan Jeong-woo Akhirnya Terbongkar
Konflik terbesar episode finale akhirnya terjadi ketika Yi-rang mengetahui fakta mengejutkan soal Jeong-woo.
Saat mengunjungi ayahnya di penjara, Yi-rang mendapat informasi bahwa Jeong-woo ternyata mengetahui insiden ledakan gas yang dulu hampir membunuh Pangeran Yi-an.
Tak lama kemudian, Jeong-woo malah secara terang-terangan mengaku bahwa dirinya memang mencoba membunuh Yi-an karena tidak rela kehilangan Hui-ju.
Pengakuan itu direkam diam-diam oleh Yi-rang.
Momen paling menegangkan terjadi ketika Hui-ju memutar rekaman tersebut di depan seluruh keluarga kerajaan.
Jeong-woo akhirnya tidak bisa lagi mengelak dari kejahatannya.
Beberapa anggota kerajaan sempat mencoba membela Jeong-woo.
Namun Yi-an langsung memperingatkan bahwa siapa pun yang membantu Jeong-woo akan dianggap sebagai kaki tangan.
Tak lama kemudian, Choi-hyun datang bersama polisi untuk menangkap Jeong-woo.
Meski pengkhianatan itu berhasil dibongkar, Yi-an tetap terlihat sangat terluka karena orang yang mengkhianatinya adalah sahabat dekatnya sendiri.
Apakah Monarki Benar-Benar Dibubarkan?
Jawabannya: iya.
Setelah Jeong-woo ditangkap, Yi-an tetap melanjutkan survei publik terkait masa depan kerajaan.
Hasilnya, mayoritas rakyat memilih mengakhiri sistem monarki.
Yi-an pun menghormati keputusan tersebut dan resmi membubarkan kerajaan.
Sejak saat itu, ia tidak lagi dipanggil Raja, melainkan hanya Lee Yi-an, seorang pria biasa yang akhirnya bebas menentukan hidupnya sendiri.
Keputusan ini menjadi simbol terbesar dalam ending Perfect Crown karena Yi-an akhirnya memilih rakyat dan kebebasan dibanding kekuasaan.
- Episode 1 The WONDERfools: Misteri Genangan Lendir di Tempat Pembuangan Sampah Jadi Awal Teror
- Episode 2 The WONDERfools: Kok Bisa Chae-ni Sudah Meninggal Tapi Hidup Lagi? Misteri Semakin Gila
- Cara Nonton Episode 3 The Legend of Kitchen Soldier: Jadwal Tayang dan Jam Rilis, Streaming di Platform Mana?
Yi-an dan Hui-ju Akhirnya Hidup Bebas
Tiga tahun setelah monarki dibubarkan, kehidupan para karakter utama berubah cukup drastis.
Hui-ju kembali bekerja di Castle Beauty dan mulai dipercaya menangani bisnis keluarga. Bahkan ayahnya yang dulu keras akhirnya mulai mengakui kemampuan Hui-ju.
Sementara itu, Yi-an mencoba menikmati kehidupan normal bersama Choi-hyun sambil mencari hal-hal baru yang ingin ia lakukan di masa depan.
Meski Hui-ju sibuk bekerja, hubungan mereka tetap hangat dan romantis. Yi-an bahkan mulai memikirkan untuk melamar Hui-ju lagi dan membeli cincin baru.
Adegan penutup drama ini juga terasa sangat manis.
Yi-an dan Hui-ju terlihat menonton pertandingan baseball bersama.
Saat kamera “kissing cam” menyorot mereka, pasangan ini langsung berciuman tanpa rasa canggung.
Momen itu terasa spesial karena kini mereka tidak lagi terikat aturan kerajaan dan bebas menunjukkan cinta mereka di depan publik.
Review Ending Perfect Crown
Ending drama Perfect Crown terasa emosional sekaligus melegakan.
Perjalanan Yi-an dari seorang pewaris takhta menjadi pria biasa berhasil ditutup dengan cukup memuaskan.
Chemistry antara Hui-ju dan Yi-an tetap menjadi kekuatan terbesar drama ini hingga episode terakhir.
Akting Byeon Woo-seok juga kembali mencuri perhatian lewat emosi yang lebih tenang namun tetap kuat.
Sayangnya, ada beberapa bagian yang terasa terlalu cepat, terutama perubahan sikap Yi-rang dan penyelesaian konflik politik kerajaan yang seharusnya bisa digali lebih dalam.
Meski begitu, drama ini tetap berhasil memberikan ending hangat dengan pesan tentang kebebasan, cinta, dan keberanian meninggalkan kekuasaan demi kebahagiaan pribadi. (jas)





